Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jadi Pionir Physical Distancing, Pasar Salatiga Kini Dicontoh Demak

0 217

MURIANEWS, Salatiga – Pasar pagi yang berada di Jalan Jenderal Soedirman, Kota Salatiga berhasil menjadi pionir pasar yang menerapkan fungsi physical distancing atau jaga jarak di Indonesia.

Hal ini menyusul desain khusus Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga yang menggunakan jalanan sebagai tempat transaksi antara pedagang dan pembeli dengan jarak yang diatur. Hasilnya, baik pembeli dan pedagang bisa meminimalisir penyebaran virus corona.

Yuliyanto, Wali Kota Salatiga mengatakan, konsep jaga jarak antara penjual dengan pembeli ini diterapkan untuk memudahkan dan membuat warga nyaman dan aman saat belanja selama pandemi.

Baca: Sempat Salat Tarawih Berjemaah, 56 Warga Tulakan Jepara Kontak Langsung dengan PDP Asal Pati Sebelum Meninggal

Selain itu, langkah ini adalah wujud nyata anjuran physical distancing yang sudah disosialisasikan ke masyarakat. Pihaknya pun tak segan menyiagakan petugas di lokasi masuk akses pasar untuk mengawasi penggunaan masker dan protokol kesehatan bagi warga yang hendak belanja.

”Jadi kami kasih kelonggaran bagi pembeli yang belanja di pasar pagi Salatiga. Solusi penyekatan ini sebagai upaya untuk tidak mematikan ekonomi masyarakat sebagai rujukan pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari tidak hanya masyarakat Salatiga, tapi juga Kabupaten Semarang,” kata Yuliyanto seperti dikutip Merdeka.com, Rabu (29/4/2020).

Dia menyebutkan, total ada 860 pedagang pasar pagi yang berjualan untuk memenuhi kebutuhan. Saat ini kondisi perekonomian masyarakat tengah dilanda kesulitan karena wabah corona. Kondisi bisa semakin parah jika pasar ditutup. Dikhawatirkan timbul kerawanan pangan.

Baca: Mulai Hari Ini, Warga Tak Pakai Masker Dilarang Masuk Pasar Kliwon Kudus

“Jalan terbaik adalah menerapkan social dan physical distancing, serta memenuhi protokol kesehatan, mulai dari masker, tempat cuci tangan, serta hand sanitizer,” jelasnya.

Pihaknya meminta petugas menindak tegas terhadap pedagang dan pembeli di pasar apabila tidak memakai masker. “Kami minta petugas awasi ketat para pedagang dan pembeli, kalau ketahuan tidak memakai masker suruh keluar, tidak boleh masuk pasar. Ini demi kesehatan bersama,” ungkapnya.

Suasana pasar pagi Kota Salatiga di Jalan Jenderal Soedirman. (Instagram/joe_potret)

Para penjual takjil juga diperbolehkan berjualan jelang buka puasa. Tapi syaratnya harus menjalankan protokol kesehatan dengan jaga jarak.

“Berjualan tidak apa-apa, tapi tetap jaga jarak antar pedagang dengan pembeli,” ungkapnya.

Melihat gerakan tersebut, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo juga tak ragu memuji penerapan konsep pemberian jarak antarpedagang di pasar pagi Salatiga itu.

Ia mengklaim konsep itu sebenarnya sudah disosialisasikan ke kepada para kepala daerah di Jateng sejak pertengahan April lalu. Ia mengaku, konsep itu ditiru dari pasar yang ada di Myanmar.

Karena diyakini ampuh itu juga, katanya, strategi yang dilakukan Pasar Salatiga itu bakal diadopsi Pasar Bintoro Demak mulai Rabu (29/4/2020).

Baca: Dirawat Dua Pekan, Satpam RSUP Kariadi Asal Grobogan Sembuh dari Corona

”Ini bagus (pemberian jarak pedagang) keren. Setelah saya lihat di Myanmar, saya share ke bupati-wali kota. Ternyata Salatiga yang bisa lakukan itu. Maka, dari itu saya tag di IG saya dan tunjukan bahwa Salatiga bisa. Walau belum sempurna, tinggal nanti kita awasi,” kata Ganjar seperti dikutip Solopos.com.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Arif Sambodo, menilai konsep yang digunakan Pasar Salatiga itu rencana diterapkan Pasar Bintoro Demak per Rabu dini hari nanti.

“Pasar Bintoro Demak akan lakukan distancing antarpedagang mulai Rabu (29/4/2020) hingga 29 Mei 2020. Sudah ada edaran Bupati dan diagramnya,” terang Arif.

Baca: Kesadaran Physical Distancing Sering Diabaikan, Dandim Jepara: Harus Ada Penindakan

Menurutnya, pedagang yang ada di Pasar Bintoro akan berdagang di jalan yang ada yang di depan pasar. Adapun, jam operasionalnya sampai pukul 09.00 pagi.

Arif berharap konsep seperti Pasar Salatiga dan Pasar Bintoro Demak bisa ditiru pasar lain di Jateng. Pasar tersebut setidaknya memberikan jarak yang cukup antarpedagang, serta mengatur jam operasional.

“Misal yang pedagang sayur pagi hari, pedagang beras dan daging siang hari. Tidak hanya itu. Pada pelaksanaannya sektor lain seperti Satpol PP Linmas juga harus mendukung melakukan pengawasan,” pungkas Arif.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Merdeka.com, Solopos.com

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.