Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Begini Tata Cara Salat Tarawih di Rumah Saat Pandemi Corona

MURIANEWS, Kudus – Saat Ramadan, banyak umat muslim yang meningkatkan ibadahnya. Salat tarawih salah satunya, dan tarawih berjemaah di masjid sangat dianjurkan.

Apalagi banyak keutamaan dari salah satu salat malam yang hanya bisa dilaksanakan saat bulan puasa ini. Salah satunya dalam hadis riwayat Bukhari Muslim ini.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa mengerjakan qiyam (salat) Ramadan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu,” [HR. al-Bukhari Nomor 37 dan Muslim Nomor 759].

Namun tarawih pada Ramadan tahun ini sedikit berbeda. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan imbauan untuk tak menggelar tarawih berjemaah di masjid. Penyebabnya, karena mewabahnya virus corona.

MUI Jawa Tengah juga mengeluarkan tausiah yang memperkuat keputusan MUI mengenai hal ini. Yakni tertuang dalam keputusan MUI Jateng Nomor: 03 / DP-P.VIII/T/IV/2020, tentang Tausiah MUI Jateng sebagai panduan ibadah bulan Ramadhan 1441 H dalam Situasi Dadurat Covid -19.

“MUI Jateng mengajak umat Islam di Jateng agar berperan aktif  mematuhi protokol kesehatan sebagai ihtiar untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing. Karena itu pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan seperti salat Jumat, jemaah rawatib (lima waktu), tarawih, serta kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan yang lain hendaknya dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti. Tidak dilaksanakan di masjid, di musala atau tempat umum yang lain,” kata Ketua MUI Jateng KH Achmad Darodji dalam siaran persnya Selasa (21/4/2020).

Tak hanya MUI, Kementerian Agama (Kemenag) juga mengeluarkan kebijakan yang serupa mengenai salat tarawih. Yakni menganjurkan salat tarawih di rumah, jika berjemaah harus dilakukan dengan keluarga inti saja.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin bahkan menyebut jika pelaksanaan ibadah puasa dan lainnya yang dilakukan di rumah tidak akan mengurangi kualitas ibadah di bulan Ramadan.

Dikutip dari Kompas.com, Kamaruddin mengatakan, melaksanakan ibadah di rumah ini merupakan bagian dari usaha untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Pelaksanaan ibadah kita di rumah masing-masing Insya Allah tidak akan mengurangi kualitas ibadah, tidak mengurangi pahala, karena kita sedang dalam keadaan darurat. Insya Allah tentu Allah SWT akan sangat memahami,” ujar dia.

Lalu bagaimana tata cara salat tarawih secara sendirian di rumah?

Umat Islam di Indonesia ada yang mengerjakan salat tarawih sebanyak delapan rakaat ditambah tiga rakaat witir, sehingga total ada 11 rakaat.

Namun banyak juga yang menggelar salat tarawih sebanyak 23 rakaat dengan rincian, 20 tarawih dan tiga rakaat witir.

Berikut bacaan niat Salat Tarawih di rumah seperti dilansir dari Tirto.id.

 

Niat salat tarawih sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā. Artinya:”Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT”

Niat salat tarawih sebagai makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā. Artinya:”Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT”.

Niat salat tarawih Jika dilakukan sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā. Artinya: “Saya niat sholat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

 

Urutan salat tarawih yakni:

  • Mengucapkan niat tarawih sesuai dengan posisinya, sebagai imam atau makmum
  • Niat dibaca dalam hati ketika takbiratul ihram
  • Mengucap takbir saat takbiratul ihram
  • Membaca Surat Al-Fatihah
  • Dilanjutkan membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama (mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua)
  • Duduk tasyahud akhir dan salam.
  • Kemudian doa, dan dilanjutkan Salat Witir sebagai penutup

 

Salat Witir

Salat Witir adalah ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan usai mengerjakan salat-salat sunnah lainnya pada malam hari.

Salat Witir menjadi penutup dari ibadah qiyamul lail, seperti salat tahajud, salat hajat dan lainnya, serta salat tarawih pada malam bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW mengajarkan salat Witir dilakukan dengan jumlah rakaat yang ganjil. Yakni boleh satu rakaat saja, tiga rakaat, lima rakaat, hingga maksimal 11 rakaat.

Bacaan niatnya sebagai berikut:

Niat Salat Witir Satu Rakaat

أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak’atal lillaahhi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnat witir satu rakaat karena Allah ta’ala”

Niat Salat Witir Dua Rakaat

أصلى سنة من الوتر ركعتين لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahhi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir 2 rakaat karena Allah ta’ala.”

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Kompas.com, Tirto.id

Comments
Loading...