Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Cegah Corona, Desa Kutuk Kudus Perketat Pembatasan Bagi Pendatang

MURIANEWS, Kudus – Desa Kutuk di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus mulai memperketat pembatasan terhadap pendatang. Warga dari luar kampung tidak diperbolehkan masuk, kecuali ada izin dan keperluan mendesak.

Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaan virus corona. Kebijakan tersebut berlaku mulai Selasa (28/4/2020) hari ini. Rencananya pembatasan tersebut akan berlaku selama 14 hari, sambil melihat kondisi kedepannya.

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan, terdapat rangkaian bambu yang digunakan untuk menutup pintu gerbang desa. Selain itu juga ada spanduk bertuliskan ”lockdown” di gerbang tersebut.

Ketua Satgas Covid-19 Desa Kutuk Suko Laksono menyatakan, pembatasan tersebut hanya berlaku bagi pendatang, atau bukan warga asli desanya.

Menurutnya, setiap pendatang wajib melapor ke Satgas Covid-19 Desa Kutuk yang berjaga di perbatasan desa. “Jika tidak berkepentingan kami larang masuk ke Desa Kutuk,” katanya Selasa (28/4/2020).

Menurutnya, jika ada yang terpaksa masuk pun harus mengikuti protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan pemerintah.

Sedangkan, tulisan lockdown yang terpasang di perbatasan desa menurutnya hanya sebagai istilah saja, agar warga lebih mudah mengerti.

Namun pihaknya memastikan, desanya buka lockdown, melainkan hanya pembatasan pendatang. Sementara warga Desa Kutuk sendiri untuk sementara ini masih diperbolehkan untuk keluar masuk desa.

“Untuk menerapkan lockdown kami harus ada solusi misalnya pemenuhan kebutuhan logistik untuk warga Kutuk, jika tidak ya tidak bisa. Sementara kami terapkan pembatasan pendatang yang masuk ke Desa Kutuk,” terangnya.

Pihak satgas juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah titik. Warga desa itu juga disebutnya telah disiplin menjalankan protokol kesehatan.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...