Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wakil Ketua DPRD Pati Pertanyakan Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19

MURIANEWS, Pati – Para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Senin (27/4/2020) kemarin menggelar rapat tertutup. Dalam rapat tersebut, fokus pembahasannya adalah terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Bumi Mina Tani.

Pasalnya, banyak masyarakat yang mempertanyakan anggaran tersebut. Apalagi anggarannya juga tidak sedikit.

Wakil Ketua DPRD Pati Joni Kurnianto mengatakan, berdasarkan masukan dari masyarakat, tindakan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pati ini dinilai sangat lambat. Hal itu menjadi pertanyaan masyarakat Pati saat ini.

“Karena kami lihat, ternyata di Rumah Sakit maupun puskesmas juga masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Kalau saya dengar, masker untuk tenaga medis itu digunakan dua kali dalam seminggu. Ini kan sangat minim,” katanya, Selasa (28/4/2020).

Padahal, lanjut Joni, anggaran yang sudah diberikan untuk penanganan Covid-19 ini cukup besar. Yang sudah ada di refocusing sebesar Rp 32 miliar dari APBD. Kemudian rencana kedepan juga akan ditambah lagi menjadi Rp 139 miliar.

Kemudian dari Rp 32 miliar itu, sejumlah Rp 14 miliar adalah dikhususkan untuk perlengkapan kesehatan para tenaga medis. Lebih dari itu, para pengusaha swasta juga turut membantu.

“Tapi kali lihat di puskesmas, di RSUD Soewondo, di RSUD Kayen, kok (perlengkapan medisnya) masih kurang. Ini larinya ke mana,” tanya Joni.

Ia menambahkan, di daerah lain pemerintah sudah membelikan rapid tes untuk masyarakat. Bahkan ada juga yang sudah menyediakan PCR untuk mengetes covid itu.

“Kita dalam hal ini masih ketinggalan jauh. Itu yang kita perhatikan dalam rapat pimpinan,” terangnya.

Politisi Partai Demokrat itu juga menambahkan agar anggaran untuk jaring pengaman sosial, termasuk pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bisa segera dicairkan. Hal itu agar masyarakat juga segera mungkin dapat dinikmati masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Hal seperti ini jangan di tunda-tunda lagi, kasihan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...