Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

21 Pemudik di Kudus Bisa Tenang Lepas Kangen Usai 14 Hari Jalani Karantina

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 21 orang pemudik di Kabupaten Kudus, kini bisa tenang berkumpul dan melepas kangen bersama keluarga di kampung halaman. Mereka sudah diperbolehkan keluar dari tempat karantina di Rusunawa Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus.

Para pemudik yang berasal dari daerah zona merah ini sudah 14 hari menjalani karantina di rusunawa ini. Kini mereka sudah diperbolehkan pulang, karena selama karantina tak ada gejala terpapar Covid-19.

Senin (27/4/2020) hari ini, ada tujuh pemudik yang menyelesaikan masa isolasi. Minggu (26/4/2020) kemarin ada 14 pemudik yang juga sudah menyelesaikan masa karantina tanpa kendala.

“Jadi total semua ada 21 pemudik asal zona merah yang sudah diperbolehkan pulang,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kudus dr Andini Aridewi.

Ia mengatakan, tujuh pemudik yang keluar hari ini terdiri dari enam orang asal Kecamatan Undaan dan satu orang asal Kecamatan Gebog.

Sebelum diperbolehkan pulang, mereja juga harus menjalani tes kesehatan. Usai dinyatakan sehat, mereka dijemput menggunakan mobil Satpol PP Kecamatan Undaan.

“Dari hasil pemeriksaan dokter, kondisi kesehatan mereka baik. Tidak ada gejala yang mengarah ke Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Muzaikhan (52) pemudik asal Kecamatan Undaan yang sudah diperbolehkan pulang mengaku menjalani karantina sejak Minggu (12/4/2020). Senin hari ini masa karantinanya selesai, dan diperbolehkan pulang bersama enam temannya.

Ia menyatakan dirinya menyadari menjalani karantina tersebut sangat berguna untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Karantina tersebut untuk menjaga agar keluarga, tetangga, semua orang di lingkungan sekitar aman dari virus corona, kan juga tidak tahu, pulang bawa virus atau tidak,” terangnya.

Muzaikhan pun mengaku kinis udah tenang berkumpul bersama sanak keluarga, lantaran tidak terpapar virus.

Dicertitakannya, awalnya ia pulang membawa mobil pribadi dari Jakarta kemudian lapor ke pemerintah desa.

“Setelah lapor kami dibawa ke Terminal Induk (Kudus), setelah itu baru dibawa ke Rusunawa,” ucapnya.

Ia mengaku selama di rusunawa, untuk keamanan dan kesehatannya juga terjamin karena ada tim medis yang memerika.”Untuk makanan juga terjamin tidak ada masalah sama sekali,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...