Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Belasan Pedagang Pasar Tercatat Pernah Kontak Pasien Corona Asal Kaliwungu Kudus

MURIANEWS, Jepara – Sebanyak 17 orang dari Kabupaten Jepara dan Kudus sudah ditetapkan masuk dalam daftar tracing dari kasus corona asal Kaliwungu, Kudus.

Meski yang meninggal adalah warga Kudus, namun Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Jepara, tetap harus melakukan penanganan. Hal ini lantaran pasien yang meninggal adalah pedagang ayam yang berjualan di Pasar Mayong dan Pasar Kedung Wuluh, Batealit, Jepara.

Menurut Juru Bicara GTPP Covid 19 Jepara, dr. Fachruddin, pihaknya sementara ini sudah mencatat sedikitnya 17 orang dalam daftar tracing yang sudah dilaksanakan.

Mereka merupakan rekan-rekan sesama pedagang yang pernah berinteraksi dengan pasien yang sudah meninggal tersebut.

Dari 17 orang tersebut, tidak semua tinggal di satu wilayah. Sesuai dengan data yang sudah ada, mereka tersebar di lima kecamatan yang berbeda.

Baik di wilayah Jepara maupun di wilayah Kudus. Masalah ini memang menjadi salah satu persoalan pelik yang harus dihadapi.

“Sebanyak 17 orang sudah masuk dalam daftar tracing di tempat yang biasa didatangi pasien. Semua tersebar di lima kecamatan berbeda. Kami sudah melakukan koordinasi ke puskesmas masing-masing untuk melakukan tracing lanjutan, juga pemantauan kesehatan dan isolasi mandiri yang sudah diinstruksikan kepada masing-masing,” katanya, Minggu (27/4/2020).

Baca: Kasus Corona di Kudus Jadi 12 Orang, Tiga PDP Meninggal Terkonfirmasi Positif

Sementara itu berdasarkan data yang ada di web corona.jepara.go.id tercatat sudah ada 13 ribuan orang yang masuk dalam daftar Data Pelaku Perjalanan. Dari jumlah tersebut  beberapa kecamatan mencatat kedatangan warga dari luar daerah sampai di atas seribu orang.

Kecamatan-kecamatan tersebut antara lain Bangsri (1.217 orang), Donorojo (1.553), Keling (1/343), Kembang (1.406), Mlonggo (1.012), Nalumsari (1.108) dan Welahan (1.121). Wilayah-wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan, mengingat mereka yang datang adalah orang-orang yang berasal dari daerah zona merah Covid-19.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi, selaku Ketua GTPP Covid 19 sebelumnya sudah menyampaikan, bahwa sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat, sejak 24 April 2020 sudah tidak diperkenankan warga mudik. Pihaknya berharap instruksi ini bisa dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

“Kami memberi penekanan pada saudara-saudara kita yang baru saja datang dari perantauan. Mereka yang berasal dari daerah zona merah dan sudah berada di Jepara diminta untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Mereka harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Mereka juga harus melaporkan ke tim Covid-19 yang ada di masing-masing RT dan Desa,” ujar Dian Kristiandi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...