Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Warung Bayar Seikhlasnya di Kudus, Gratis Bagi yang Tak Mampu

MURIANEWS, Kudus – Di tengah pagebluk corona, banyak masyarakat yang bergotong royong memberi bantuan untuk warga. Khususnya bagi mereka yang terdampak Covid-19.

Di Kabupaten Kudus ada warung makan yang dikhususkan bagi mereka yang kesusahan. Mereka yang makan di warung ini boleh mrmbayar seikhlasnya. Bahkan gratis bagi mereka yang benar-benar tak mampu.

Warung itu bernama Warung Ikhlas (Warkas) yang berlokasi di Toms Kuliner tepatnya di timur Perempatan Lingkar Jepang, Kudus. Warung tersebut bertemakan “makan secukupnya bayar seikhlasnya”.

Warung ini didirikan MWC Nahdlatul Ulama (NU) Mejobo dan Badan Otonom (Banom) NU Kecamatan Mejobo. Bendahara MWC NU Mejobo, Achadun mengatakan, Warkas mulai beroperasi Kamis (23/4/2020) hari ini.

Selama Ramadan warung tersebut akan beroperasi dari jam empat sore. Sedangkan setelah Ramadan akan buka mulai pukul 12 siang hingga pukul lima sore. ”Selama Ramadan tidak melayani makan di tempat, hanya dibungkus,” katanya.

Sesuai dengan temannya, warung tersebut tak mematok harga. Hanya menyediakan kotak yang nantinya pembeli bisa bayar seikhlasnya. Untuk stoknya sendiri disediakan 200 sampai 300 porsi per hari.

“Untuk warga tidak mampu kami gratiskan, jangan takut lapar datang saja ke Warkas,” terangnya.

Menurut Achadun, warung tersebut akan beroperasi selama tiga bulan dan akan diperpanjang sampai wabah Covid-19 berangsur membaik.”Sambil menunggu perkembangan Covid-19 di Kudus,” ucapnya.

Sementara, untuk menunya warung tersebut menyediakan lauk pauk dari hasil laut. Ada juga minuman rempah-rempah seperti jahe merah, jahe emprit, temu lawak, kunir asem dan yang lainnya.

“Untuk lauk-pauk kami memang siapkan dari hasil laut, agar mendapatkan gizi yang cukup,” terangnya.

Sedangkan untuk protokol kesehatan, pihaknya mengaku sudah menyediakan bilik disinfektan dan prasarana cuci tangan.”Untuk bilik kami buat cairan dari herbal, jadi tidak berbahaya,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...