Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Keluarkan Edaran, Plt Bupati Jepara Putuskan Salat Tarawih hingga TPQ Dilakukan di Rumah

MURIANEWS, Jepara – Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi akhirnya mengeluarkan surat edaran terkait datangnya Ramadan untuk seluruh elemen masyarakat.

Surat edaran tersebut dikeluarkan, setelah dilakukan rapat bersama sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pejabat Forkopimda Jepara, Kamis (24/4/2020).

Dian Kristiandi yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Jepara, menyatakan surat edaran tersebut sudah disampaikan ke masing-masing pihak usai diputuskan dalam rapat.

Semua hal yang disampaikan melalui Surat Edaran Bupati Jepara tersebut diputuskan dengan didasarkan pada SE Kemenag No.6 2020 dan Tausiah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah.

Baca: Tarawih Berjemaah di Masjid atau Musala Boleh Digelar, Begini Aturannya

Dalam surat edaran tersebut, Pemkab Jepara menyatakan bahwa kaum muslimin dipersilahkan untuk menjalani ibadah puasa seperti biasa. Namun demikian terkait dengan beberapa kegiatan Ritual Ramadan tetap ada pembatasan-pembatasan.

Sesuai dengan kesepakatan bersama, ada beberapa kegiatan ritual Ramadan yang diminta dilaksanakan di rumah masing-masing warga.

“Pada intinya, Pemkab Jepara memastikan bahwa pelaksanaan ibadah Ramadan tetap harus berjalan. Masyarakat muslim diwajibkan tetap berpuasa. Namun untuk beberapa ritual Ramadan memang ada pembatasan-pembatasan untuk mencegah terjadinya penularan covid 19. Surat Edaran tersebut silahkan dipedomani,” ujar Dian Kristiandi, Kamis (24/4/2020).

Ritual Ramadan seperti salat tarawih diharapkan dilakukan secara terbatas oleh masing-masing keluarga di rumah masing-masing.

Baca: MUI Jateng Ajak Umat Islam Salat Tarawih di Rumah

Kemudian kegiatan TPQ juga diminta tidak dilaksanakan secara langsung. Namun jika dilakukan secara online diperkenankan dilaksanakan.

Pada dasarnya semua ritual Ramadan yang menimbulkan kerumunan dan potensi penularan diminta tidak dilakukan oleh masyarakat. Termasuk kegiatan berbuka bersama yang biasanya dilakukan secara besar-besaran di masjid atau mushola diminta tidak dilaksanakan dulu pada Ramadan kali ini.

“Surat Edaran yang disampaikan kami harapkan bisa ditindaklanjuti pemerintah di tingkat bawah dan masyarakat umum. Sedangkan untuk pelaksanaannya akan menjadi tanggung jawab Gugus Tugas, di setiap tingkatan terutama di masing-masing desa yang sudah ada,” tambah Dian Kristiandi.

Pada rapat yang digelar di Ruang Kerja Bupati Jepara tersebut, sempat terjadi perdebatan. Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara, terlibat dalam pembicaraan ini.

Baca: Masjid Agung Kudus Gelar Salat Tarawih Secara Terbatas

Setelah cukup lama dilakukan pembahasan, akhirnya disepakati bahwa Jepara mengikuti intruksi dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Tengah.

Semua pihak yang terlibat dalam rapat akhirnya menyepakati keputusan pelaksanaan ramhkaian ibadah Ramadhan dilaksanakan rumah saja, selama masa pandemi saat ini.

Baik untuk pelaksanaan salat sunah tarawih maupun ritual Ramadan lainnya yang mengundang kerumunan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...