Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemprov Jateng Buka Kanal Aduan Kredit, Ratusan Orang Sudah Wadul Ganjar

MURIANEWS, Semarang – Program restrukturisasi kredit yang diluncurkan sejak 16 April 2020 lalu, telah dimanfaatkan oleh puluhan ribuan nasabah. Meski demikian masih banyak warga yang mengaku merasa kesulitan mengakses program tersebut.

Oleh karenanya Pemprov Jawa Tengah membuka kanal aduan khusus mengenai masalah ini. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, kanal aduan itu bisa diakses melalui website kreditcenter.jatengprov.go.id atau call center 0813-2516-3300 dan 0878-3477-7466.

Ganjar mengatakan, dalam kanal aduan itu masyarakat juga bisa berkonsultasi bagaimana mendapatkan keringanan kredit berupa penurunan suku bunga.

”Termasuk perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan kredit atau pembiayaan hingga konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara,” kata Ganjar, Rabu (22/4/2020).

Ganjar mengaku, selama sebulan terakhir ini sudah ada 371 warga yang wadul (mengadu) padanya. Aduan itu disampaikan melalui akun medsos pribadinya, maupun melalui layanan Lapor Gub.

“Banyak yang mengadu ke saya, misalnya Mas Saiful Anwar dari Banjarnegara. Sekarang dia nganggur karena tempat kerjanya tutup. Dia mengatakan ke saya bahwa sulit mengajukan keringanan kredit sepeda motor. Yang begini-begini ini harus dibantu, apalagi katanya, istrinya Mas Saiful ini sebentar lagi melahirkan,” ujarnya.

Baca: Jika Ada Leasing di Jateng Persulit Relaksasi Kredit, Ganjar: Laporkan ke Saya

Oleh karenanya ia berharap, lembaga keuangan seperti perbankan, leasing dan lainnya tidak mempersulit warganya dalam mengajukan restrukturisasi.

Dalam penyediaan kanal aduan ini, pihaknya juga menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), dan Asosiasi perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

“Nantinya, konsultasi yang masuk dari masyarakat, akan kami tindaklanjuti dengan melibatkan pihak-pihak tersebut,” katanya.

Ganjar mengatakan, Sejak diluncurkan, sampai 16 April lalu program restrukturisasi kredit ini telah menyetujui relaksasi 72.699 nasabah di Jateng. Nilai restrukturisasi kredit yang telah disetujui itu sebesar Rp 6,8 triliun. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...