Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

MUI Jateng Ajak Umat Islam Salat Tarawih di Rumah

0 284

MURIANEWS, Semarang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengajak semua umat islam untuk menggelar salat tarawih di rumah. Langkah itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah atau tempat tinggal masing-masing.

Selain salat tarawih, ajakan serupa juga berlaku berlaku untuk salat Jumat, salat rawatib, dan ibadah keagamaan lainnya selama Ramadan 1441 H tahun ini.

Ketua Umum MUI Jawa Tengah KH Achmad Darodji mengatakan, ajakan tersebut merupakan hasil rapat bersama antara MUI Jawa Tengah dengan Komisi Fatwa MUI Jateng di kantor MUI Jateng di komplek Masjid Baiturrahman, Simpanglima Semarang, Selasa (21/4/2020).

”Hasil rapat tersebut tertuang dalam keputusan MUI Jateng Nomor : 03 / DP-P.VIII/T/IV/2020, tentang Tausiyah MUI Jateng sebagai panduan ibadah bulan Ramadhan 1441 H dalam Situasi Dadurat Covid -19,” katanya melalui siaran pers yang diterima MURIANEWS, Selasa (21/4/2020).

Baca: MUI Jateng: Salat Jumat Boleh Digelar dengan Kontrol Kesehatan Ketat

Ia mengatakan, tausiyah MUI Jateng ini sebenarnya berisi lima poin. Poin pertama, yaitu MUI Jateng menguatkan Tausiyah MUI Nomor : Kep.1065/DP-MUI/IV/2020 tentang Menyambut Ramadhan 1441H.

Iso poin pertama yakni mengajak umat Islam di Jawa Tengah menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, dengan memperbanyak salat sunah, berdzikir, istigfar, dan tadarus alquran.

Ia juga mengajak umat Islam memperbanyak doa agar Covid-19 segera pergi dari Indonesia dan muka bumi ini. Termasuk berperan aktif  mematuhi protokol kesehatan sebagai ihtiar untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

Baca: Ada Seruan MUI, Masjid Menara Kudus Bakal Tetap Gelar Salat Jumat

”Karena itu pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan seperti salat Jumat, salat rawatib (lima waktu), salat tarawih, serta kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan yang lain hendaknya dilakukan di rumah. Tidak dilaksanakan di masjid, di mushola atau tempat umum yang lain,” terangnya.

Poin kedua, tiga masjid besar di Kota Semarang, Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman, Masjid Agung Jawa Tengah Gayamsari, dan Masjid Baiturrahman Simpang Lima, serta masjid-masjid agung kabupaten/kota se Jawa Tengah hendaknya dapat menjadi contoh pelaksanaan dan pengaturan ibadah dalam situasi darurat Covid -19. Yakni sesuai dengan petunjuk pemerintah dan fatwa serta tausiyah MUI.

”Poin ketiga yakni dalam rangka meringankan beban ekonomi umat, maka Baznas, LAZ, UPZ dan lembaga lainnya hendaknya meningkatkan perannya dalam menghimpun dan mentasharufkan harta zakat baik mal dan fitrah,” terangnya.

Baca: MUI Imbau Umat Islam di Pati Tetap Gelar Salat Jumat di Masjid, Ini Alasannya

Poin keempat yani MUI Jateng mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas dan saling membantu antar sesama, khususnya antar tetangga di suatu kawasan.

”Poin kelima yakni, Tausiyah ini ditujukan kepada seluruh umat Islam di Jawa Tengah, para Pengelola Masjid/ mushola. Karena itu, MUI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) kabupaten/kota se Jateng diharapan mensosialisasikan tausiyah ini,” pungkasnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.