Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

26 Peserta Ijtima Ulama Gowa Asal Jateng Positif Corona, Ganjar: Lainnya Segera Lapor

MURIANEWS, Semarang   Jumlah peserta Ijitima Ulama di Gowo, Sulawesi Selatan, Maret 2020 lalu yang berasal dari Jawa Tengah diperkirakan mencapai 1.500 orang. Dari jumlah itu, 26 orang di antaranya dinyatakan positif tertular virus corona.

Bahkan satu pasien telah meninggal dunia akibat virus tersebut. Oleh karenanya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga yang mengikuti kegiatan di Gowa itu untuk segera melapor.

Mereka yang melapor akan segera diperiksa di rumah sakit agar bisa dideteksi tertular Covid-19 atau tidak.

Ganjar menyatakan, 26 peserta ijtima ulawa Gowa asal Jateng yang terpapar corona terdiri dari sebelas orang dari Banjarnegara. Kemudian sebelas orang dari Wonosobo, dua orang dari Klaten dan dua dari Surakarta.

“Ada satu orang dari Karanganyar yang sudah dinyatakan positif dan telah meninggal dunia,” kata Ganjar di rumah dinas Gubernur Jateng, Selasa (21/4/2020).

Saat ini, Dinas Kesehatan Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota tengah melakukan penelusuran siapa saja warganya yang mengikuti acara tersebut. Meski demikian, Ganjar meminta kesadaran warga untuk melaporkan diri.

“Yang dari Gowa tolong lapor lewat medsos, SMS atau WA kepada RT, RW, lurah, camat, Dinas Kesehatan atau rumah sakit. Agar kita bisa bantu panjenengan,” ujarnya.

Baca: Data Jemaah Ijtima Ulama Gowa Asal Pati Tersebar di Medsos, Begini Penjelasan Bupati

Ia juga memita warga tersebut untuk jujur. Karena ketidakjujuran justru akan membawa mala petaka dan memperluas penyebaran virus.

“ Tolong jujur, tolong cerita, kalau diam-diam akan bahaya, jujur itu penting. Kalau perlu sekarang ngacung yang dari Gowa atau episentrum. Tolong dengan kesadaran diri untuk melapor bahwa dari sana, bantu kami,” pintanya.

Imbauan serupa juga berlaku untuk warga Jateng yang memiliki riwayat perjalanan dari zona merah maupun daerah terjangkit lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Sampaikan kabar, habis datang dari zona merah, Jabodetabek, TKI atau mungkin dari Gowa yang lagi banyak,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...