Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Enam Petugas RSUD Kudus Jalani Karantina Usai Kontak dengan Pasien Covid-19

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak enam petugas kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus tengah menjalani masa karantina usai kontak erat dengan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

Satu tenaga medis bahkan telah berstatus Pasien Dalam Perawatan (PDP) dan sudah diisolasi sejak beberapa hari kemarin. Sementara lima tenaga medis lainnya kini berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dan mulai dikarantina hari ini di mess Akbid Kudus.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Kudus dokter Andini Aridewi menjelaskan, pasien yang melakukan kontak dengan para tenaga medis adalah seorang pasien PDP asal Jepara. Dia dirujuk di RSUD Kudus pada tanggal 29 Maret lalu dalam posisi akan melahirkan.

“Namun pasien akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit di Semarang untuk penanganan lanjutan,” ucapnya via telepon, Minggu (19/4/2020) sore.

Hingga dalam riwayat perawatannya, hasil swab pasien keluar dan menunjukkan positif Covid-19. Oleh karena itulah, kata Andini, para tenaga medis yang sempat menangani pasien ditarik dan mulai dikarantina.

“Saat penanganan sudah menggunakan Alat Pelindung Diri,” katanya.

Kelima tenaga medis berstatus OTG, lanjutnya, juga telah di rapid test. Satu di antaranya menunjukkan indikator positif. Hanya, penegakan diagnosis akan dilakukan dengan menggunakan uji swab.

Baca: Satu Pasien Corona di RSUD Kudus Dinyatakan Sembuh

“Sementara untuk yang PDP hasil swabnya menunjukkan negatif, kami masih menunggu masa pemulihan untuk swab ulang,” terangnya.

Sementara Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus dokter Abdul Aziz Achyar mengatakan pasien sempat berada di RSUD dan mendapat perawatan selama dua hari. Yakni pada tanggal 29 hingga 30 Maret kemarin.

“Kurang lebih dua hari itu di sini,” ucapnya via telepon Minggu sore.

Status PDP pasien tersebut, lanjut Aziz, juga baru digolongkan saat pasien dirujuk di RSUD Kudus. “Karena ada riwayat cecar, pasien akhirnya dirujuk di Semarang,” terangnya.

Sementara hingga kini, untuk menghindari kejadian yang serupa, pihaknya menerapkan penggunaan wajib APD di sejumlah ruangan. Diantaranya adalah ruang ICU serta sejumlah ruangan lain.

Pasien yang hendak melakukan operasi, tambahnya, juga dirapid test terlebih dahulu. Guna meminimalisir penularan Covid-19 pada tenaga medis .

“Baik PDP maupun tidak, siapapun yang akan dioperasi akan dirapid dulu,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...