Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Rapid Test Reaktif, Warga Blora Dijemput Petugas ke RSUD Cepu

MURIANEWS, Blora – Seorang warga di Kecamatan Cepu, Blor dijemput petugas medis memakai alat pelindung diri (APD) untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Warga yang dijemput petugas ini berjenis kelamin pria berusia 40 tahun.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar tiga hari lalu, pria tersebut baru dijemput keluarganya dari Jakarta. Penjemputan dilakukan karena pria yang bekerja jadi kuli bangunan itu sakit di tempat kerjanya.

Setelah tiga hari di rumah, kondisi kesehatannya belum pulih. Yang bersangkutan sudah sempat periksa ke bidan desa dan mengaku sakit lambung.

Kemudian, pada hari ini, ada tim dari Puskesmas Cepu yang datang ke rumahnya untuk melakukan pemeriksaan.

Setelah melihat kondisinya, petugas memutuskan untuk melakukan rapid test. Dari rapid test yang dilakukan, hasilnya reaktif.

Selanjutnya, orang itu langsung dibawa petugas ke RSUD Cepu untuk diisolasi. Rencananya, dalam waktu dekat orang itu akan diambil sampel lendirnya guna diuji laboratorium atau uji swab.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19 Blora Lilik Hernanto membenarkan adanya warga yang dijemput petugas untuk dirawat di RSUD Cepu tersebut. Menurutnya, tindakan itu sebagai upaya kehati-hatian dan memudahkan pengawasan terhadap orang tersebut.

“Hasil rapid test yang bersangkutan tadi reaktif atau positif ada kandungan virus. Meski demikian, ini belum tentu terkena Covid-19. Untuk memastikan, yang bersangkutan akan segera kita ambil swabnya,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora itu.

Lilik kembali menegaskan, rapid test itu hanya reaksi cepat atau tes cepat dengan pengambilan darah guna memastikan ada tidaknya virus dalam darah.

Hasil dari rapid test belum bisa memastikan pasien tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 atau belum. Yang bisa memastikan adalah swab test melalui pemeriksaan PCR melalui laboratorium.

“Rapid test itu sensitifitasnya baru 70 persen, jadi harus terkonfirmasi secara laboratorium berdasarkan swab test. Segera akan kita lakukan swab test, sample akan kita kirim ke Yogyakarta atau Salatiga agar pemeriksaan PCR nya bisa diketahui. Pasien diisolasi di RSUD Cepu dahulu,” terangnya.

Menurut Lilik, orang tersebut sebelumnya pernah sakit dan sempat dirawat di rumah sakit di Jakarta.

Namun, dari diagnosanya tidak terpapar Covid-19. Setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, yang bersangkutan balik ke Cepu.

“Ketika orang ini pulang, dari desa langsung melakukan pantauan. Kemudian, dari pihak puskesmas juga kita minta untuk aktif,” jelasnya.

Lilik meminta agar masyarakat tidak terlalu takut berlebihan. Sebab, bisa jadi hasil swab orang tersebut akan negatif. Meski demikian, sikap kewaspadaan tetap perlu dilakukan.

“Seperti kasus ibu hamil dari Bangkleyan dulu yang hasil rapidnya positif tapi hasil swabnya negatif. Semoga untuk yang ini nanti hasil swabnya juga negatif. Untuk mengetahui hasil swab harus menunggu 7-10 hari,” tegasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...