Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembangunan Pabrik Baru di Sengon Bugel Jepara Ternyata Belum Berizin

MURIANEWS, Jepara – Pembangunan pabrik baru di Sengon Bugel, Mayong, Jepara dipastikan melanggar aturan yang berlaku. Pasalnya, pembangunan tersebut diduga belum berizin.

Sesuai dengan aturan, pembangunan tersebut harus dilengkapi beberapa perizinan yang terkait. Setidaknya harus ada izin Usaha Kelayakan Lingkungan (UKL) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (DPU-PR).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara, Elida Farikha saat dikonfirmasi mengenai hal ini menyatakan pihaknya belum menerima permohonan untuk izin yang dimaksud.

Pembangunan fasilitas yang dilakukan di Mayong atau tepatnya di dekat Taman Kopi Resto Mayong tersebut, menurut Elida membutuhkan UKL.

Sejauh ini pihak pengembangnya sudah sempat melakukan konsultasi mengenai hal ini. Namun kelanjutannya belum ada permohonan mengenai UKL tersebut.

Sehingga sampai saat ini, pihaknya memang belum mengeluarkan UKL yang disyaratkan tersebut.

Baca: Timbulkan Banjir, Warga Desak Pembangunan Pabrik Baru di Sengon Bugel Jepara Dihentikan

“Ya karena memang tidak ada permohonan masa kami mengeluarkannya. Jadi untuk skala yang ada di Mayong itu, memang cukup menggunakan UKL dari DLH Kabupaten. Belum sampai dokumen AMDAL. Kalau dokumen AMDAL ya kami hanya bisa merekomendasikan, sementara yang mengeluarkan adalah Propinsi Jawa Tengah,” ujar Elida Farikha, Sabtu (18/4/2020).

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Kepala DPU-PR Jepara, Ari Bahtiar menyatakan, pihaknya juga belum mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas proyek yang dimaksud.

Dalam beberapa kesempatan pihaknya juga sudah menegur pihak pengembang untuk tidak melakukan pembangunan lebih dulu.

IMB akan dikeluarkan jika pesyaratan lain yang disyaratkan sudah dipenuhi oleh pengembang. Salah satunya adalah izin terkait permasalah dampak lingkungan dari DLH. Jika izin soal lingkungan dari DLH belum ada, maka dalam hal ini IMB tidak mungkin bisa diterbitkan.

“Sampai detik ini kami belum menerbitkan IMB untuk kegiatan yang dimaksud itu. Kami juga sudah menyampaikan teguran kepada pengembangnya untuk tidak melakukan pembangunan lebih dulu. Kalau saat ini masih ada proses pembangunan, maka kami akan kembali menyampaikan teguran,” ujar Ari Bahtiar.

Terkait pembangunan fasilitas Industri ini memang menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Masyarakat Sengon Bugel, khususnya Dukuh Bugel di RW 3 sudah menyampaikan keluhan-keluhan atas proyek pembangunan fasilitas industri ini.

Mereka menyatakan pembangunan di atas lahan kurang lebih 20 hektare tersebut sudah menimbulkan dampak lingkungan. Banjir mulai mendera kawasan pemukiman warga, sejak adanya proses alih fungsi lahan tersebut.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...