Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

GTPP Covid Jepara Minta Alat Rapid Test Digunakan Berdasarkan Skala Prioritas

MURIANEWS, Jepara – Setelah sempat kehabisan stok, Pemkab Jepara kembali mendapatkan pasokan alat rapid test dari Provinsi Jawa Tengah. Jumlahnya mencapai 320 buah dan beberapa di antaranya sudah digunakan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Jepara, dr Fakhrudin menyatakan, rapid test harus dilakukan berdasarkan skala prioritas. Terutama diarahkan untuk Orang Dalam Pengawasn (ODO) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam kasus-kasus baru.

Termasuk oleh para tenaga medis di fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Ini dilakukan supaya para petugas medis yang menjadi garda terdepan bisa memastikan kesehatan sebelum kembali menangani pasien.

“Jadi dari 320 alat rapid test itu sebagian sudah digunakan untuk mengecek orang-orang yang masuk dalam daftar tracing dalam kasus-kasus baru yang terjadi kemarin. Termasuk pada tenaga medis yang ada di beberapa di rumah sakit dan fasilitas kesehatan,” ujarnya, Kamis (16/4/2020).

Di luar itu, untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) saat ini juga sudah mulai tercukupi. Selain dari pengadaan APD yang dilakukan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara, beberapa rumah sakit juga mendapat bantuan APD dari swasta.

Tak hanya APD, masker medis dan hands sanitizer stok yang ada juga cukup banyak. Ia pun menilai stok tersebut itu cukup untuk digunakan hingga beberapa pekan ke depan.

“Kalau sebelumnya memang sempat menimbulkan kekhawatiran karena stok APD menipis, maka saat ini kebutuhan itu cukup terpenuhi. Kami sampaikan terima kasih atas bantuan APD yang sudah diberikan beberapa pihak dalam upaya penanganan Covid 19 ini,” tambahnya.

Selanjutnya terkait dengan penanganan kasus terakhir positif Covid 19 di Blimbingrejo, untuk pasien dan bayinya tinggal menunggu hasil swab. Setelah diambil specimen tenggorokannya beberapa waktu lalu, dan dikirimkan ke Laboratorium, kini tinggal menunggu hasilnya.

“Dalam empat sampai lima hari diharapkan sudah diketahui hasilnya,” tandasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...