Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pasien Rawat Inap di Kudus Menurun Selama Pandemi Corona

MURIANEWS, Kudus – Jumlah pasien rawat inap di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus mulai mengalami penurunan selama Covid-19 mewabah. Tak tanggung-tanggung, penurunannya mencapai  50 persen dari awal sebelum adanya kasus positif Covid-19 di Kudus.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus dokter Abdul Aziz Achyar menyebut, selama wabah Covid-19 hanya ada 40 persen saja tempat tidur yang dipakai para pasien rawat inap.

“Sekarang hanya 40 persen saja, biasanya sampai 80 hingga 90 persen terpakai,” katanya Selasa (14/4/2020).

Pihaknya pun belum bisa memastikan kenapa hal tersebut terjadi. Meski demikian, ada juga kemungkinan masyarakat khawatir tertular virus corona jika menjalani perawatan di rumah sakit.

“Bisa saja masyarakat menjadi khawatir tertular ketika periksa di rumah sakit,” ujarnya.

Aziz menjelaskan, untuk ruang rawat inap kelas VVIP saja, sebelumnya selalu penuh dan banyak yang masuk daftar tunggu. Namun pada masa wabah ini hanya terisi satu pasien saja.

Hal serupa juga terjadi di Ruang Anggrek. Ruangan dengan kapasitas 12 tempat tidur tersebut kini hanya terisi empat pasien saja.

“Ruang rawat inap lainnya juga sama, sangat sedikit pasien yang dirawat,” terangnya.

Senada, pemilik Rumah Sakit Kumala Siwi Kudus Irwansyah juga mengakui akhir-akhir ini jumlah pasien yang menjalani rawat inap memang semakin menurun.

“Kami juga tidak mengetahui penyebab pastinya. Apakah masyarakat mengalami ketakutan dengan penyebaran penyakit virus corona atau ada faktor lain, kami belum tahu,” katanya.

Irwansyah pun menduga masyarakat memang sedang dalam masa khawatir terpapar Covid-19. Sehingga mereka yang memiliki keluhan kesehatan yang biasanya rajin periksa ke rumah sakit, kini mulai berkurang.

“Mudah-mudahan masyarakat memang dalam kondisi sehat, sehingga tidak memunculkan penyakit lain,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...