Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Solo Klaim Temukan Jamu Penyembuh Covid-19, Ngaku Dipesan Kedubes Amerika Hingga Italia

0 1.357

MURIANEWS, Solo — Tri Dewa (50), warga Desa Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo mengaku menemukan jamu yang dapat menyembuhkan pasien positif Corona atau Covid-19. Ramuan jamu itu berasal dari olahan 20 jenis empon-empon seperti jahe merah, kunir, serai, hingga daun kelor.

Ia juga mengklaim ramuan yang diberi nama Contravid itu telah menyembuhkan tujuh pasien terpapar virus Corona di Jakarta. Selain itu, sejumlah orang dari kantor kedutaan besar (kedubes) asing di Indonesia juga memesan jamunya itu.

Sejumlah kedubes asing tersebut beberapa di antaranya adalah Amerika Serikat, Spanyol, dan Italia sudah memesan ramuannya.

Baca: Corona di Jateng: 133 Positif, 14 Sembuh, Ribuan Orang Jalani Rapid Test

Atas dasar itu, ia pun memberanikan diri bertemu Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, di Balai Kota, Senin (13/4/2020) kemarin. Ia menawarkan resep herbalnya itu dengan harapan jamu Contravid mendapat dukungan Pemkot Solo untuk diproduksi massal dan dibagikan pada masyarakat.

”Ramuan ini sudah teruji. Ada tujuh pasien positif Covid-19 di Jakarta yang sembuh setelah minum produk ini lima hari berturut-turut,” klaim Tri Dewa seperti dikutip Solopos.com, Selasa (14/4/2020).

Jamu Covid-19 atau Contravid yang diracik orang Solo, (Istimewa/Tri Dewa)

Tri menjelaskan ramuan jamu Covid-19 itu tidak ditemukan secara tiba-tiba. Dia mulai tekun mempelajari manfaat tiap jenis empon-empon sejak wabah SARS menyerang penjuru dunia pada medio 2002.

Baca: Kabar Baik! Pasien Corona Asal Pati yang Dirawat di Kudus Sembuh, Begini Ceritanya

Saat itu Tri mengolah sekitar 10 jenis empon-empon untuk obat penderita SARS. Tri kemudian menambahkan 10 jenis empon-empon baru yang dinilainya berkhasiat untuk menyembuhkan Covid-19.

”Racikan ini saya rebus dengan tambahan ion positif. Rebusan ini kemudian saya kemas dalam botol berukuran 250 ml. Untuk menyembuhkan Covid-19, sebotol jamu cukup diminum sehari sekali selama lima hari berturut-turut,” jelas lelaki yang bekerja di sektor keuangan ini.

Hanya, Tri mengakui minuman temuannya itu belum melalui uji laboratorium atau sejenisnya. Dia mengklaim sudah mencoba mengajukan ramuannya ke BPOM untuk diuji tapi ditolak. Namun ia meyakini jamu itu benar-benar manjur karena sudah ada tujuh pasien positif Covid-19 yang sembuh.

Baca: Cerita Mantan PDP Asal Jepara saat Isolasi Diri: Rajin Minum Vitamin, Berkebun, dan Yakin Sembuh

”Kedubes yang sudah pesan juga berniat uji lab. Saya sih berharap Pemkot juga bisa membantu uji lab, dibuktikan saja kandungannya. Kalau memang berkhasiat, Pemkot bisa menunjuk salah satu kampung untuk padat karya membikin ramuan ini. Resepnya saya kasih gratis,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini ia pun sedang melayani permintaan jamu Contravid dari Bogor, Medan dan Tangerang. Dalam pembuatan jamu tersebut, ia pun tak mematok dan diberikan gratis.

”Jadi ini saya berikan gratis, mereka hanya mengganti ongkos kirim,” tambahnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.