Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pendaftaran Kartu Prakerja Dibuka Sampai 30 Gelombang, Jateng Diberi Jatah 421.705

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meminta masyarakat yang terdampak pandemi corona, tak perlu khawatir jika belum mendaftar Kartu Prakerja. Pasalnya, pendaftaran program ini dibuka hingga 30 gelombang.

Gelombang pertama sendiri akan dibuka hingga Kamis (16/4/2020). Pada gelombang pertama ini, warga Jateng yang mendaftar tercatat baru sekitar 69.690 orang.

Sementara kuota yang didapatkan Jawa Tengah dari pemerintah pusat sebanyak 421.705 orang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun meminta seluruh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di Jawa Tengah untuk mengawal pendaftaran Kartu Prakerja.

Ini karena Kartu Prakerja sangat dibutuhkan oleh mereka yang terdampak akibat wabah Covid-19. Sampai saat ini, kata Ganjar, sudah ada 284 perusahaan dan 184.031 pekerja di Jateng yang terdampak wabah ini.

“Kartu Prakerja ini menjadi harapan mereka. Harus didampingi terus menerus dan berikan pemahaman. Jangan sampai mereka kebingungan,” kata Ganjar, Selasa (14/4/2020).

Apalagi menurutnya, belakangan ini pendaftaran yang dilakukan secara online sering terganggu karena server down. Oleh karenanya, Dinas Tenaga Kerja harus terus mengawal dan membantu warga.

”Pendaftaran selama ini memang online, tapi karena server down, harus disiapkan skema lain untuk membantu, apakah bisa dilakukan secara manual?. Tolong Disnaker kabupaten/kota membantu. Layani mereka yang datang dan siapkan kanal pengaduan untuk membimbing mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jateng Sakin Rosellasari mengatakan, gelombang kedua pendaftaran Kartu Prakerja akan dibuka, sepekan setelah gelombang pertama ditutup.

“Masih ada kesempatan. Masyarakat tidak perlu khawatir kalau yang gelombang pertama ini belum terdaftar,” terangnya.

Sakina juga mengakui, pendaftaran Kartu Prakerja sempat terhambat karena server down. Ini mengakibatkan banyak warga gagal mendaftar pada gelombang pertama ini.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...