Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dinkes Kudus Masih Kesulitan Beli Masker Medis dan VTM

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mengakui masih kesulitan dalam melakukan pengadaan masker medis untuk tim medis penanganan Covid-19 di Kudus.

Selain masker, pengadaan alat pembawa sampel swab pasien atau viral transport media (VTM) juga masih mengalami ketersendatan.

Kepala Bidang P‎encegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Nasiban menjelaskan, anggaran penanggulangan Covid-19 memang telah tersedia sebanyak Rp 15 miliar. Namun,untuk pembelian APD dan VTM masih belum bisa direalisasikan.

“Untuk masker medis kami masih kesulitan mengadakan masker N95 dan masker bedah,” ucapnya usai mengikuti rapat dengan Komisi Komisi D DPRD Kudus, Senin, (13/4/2020).

Nasiban menambahkan, selain dua jenis barang tersebut, barang medis yang juga susah untuk didapatkan adalah alat rapid test. Namun, tambahnya, sudah ada pembincaraan dengan suplier yang nantinya siap memasok.

“Sudah ada beberapa vendor terkait pengadaan ini (alat rapid test),” lanjutnya.

Sedangkan untuk pengadaan barang lainnya, seperti sabun cuci tangan, pengadaan disinfektan, kacamata google, sepatu boot, dan baju coverall dikatakan Nasiban sudah siap. Hanya, barang yang diterima belum sesuai kontrak karena dikirim secara bertahap.

“Untuk baju coverall atau baju terusan untuk tim medis dari rencana pengadaan 3.078 baju untuk saat ini baru menerima 200 pakaian saja,” ujarnya.

Hal tersebutlah yang membuat pihaknya kesulitan memenuhi kebutuhan APD RSUD Loekmono Hadi Kudus sebagai rumah sakit rujukan lini pertama penanganan Covid-19. Pasalnya, kata Nasiban, dalam sehari RSUD Kudus butuh setidaknya 250 APD.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Kudus Sayid Yunanta berharap tim Covid-19 Pemkab Kudus, khususnya Dinas Kesehatan menyiapkan solusi alternatif dalam pengadaan APD. Terutama dalam hal pengadaan VTM.

“Bentuk tim yang bisa selesaikan permasalahan karena semua rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19 juga membutuhkan,” tekannya.

Sayid pun berpendapat jika rumah sakit harus menunggu bantuan dari pemerintah, tentu akan memengaruhi pelayanan terhadap pasien. Atau bisa dikatakan tidak maksimal karena tim medis tak memiliki peralatan yang memadai.

“Untung banyak bantuan APD yang diterima sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Kabupaten Kudus, meskipun belum sesuai standar kesehatan,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...