Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jemaat GITJ Margokerto Jepara Rayakan Paskah dalam Keheningan

MURIANEWS, Jepara- Jemaat Gereja Injil di Tanah Jawa (GITJ) Margokerto, Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara, menggelar perayaan Paskah dengan penuh kesederhanaan. Di tengah terpaan Covid-19, jemaat terbesar di Jepara ini menggelar peringatan Paskah dalam suasana hening, pada Minggu (12/4/2020) dini hari.

Menurut Hadi Priyanto, salah seorang tokoh GITJ Margokerto, kegiatan Pawai Subuh yang menjadi tradisi di Bondo, tahun ini tidak dilaksanakan.

Sesuai dengan imbauan pemerintah, kegiatan ini memang rawan menimbulkan potensi penularan virus. Sebab kegiatan ini memang menimbulkan kerumunan.

Karena itu peringatan Paskah akhirnya dilakukan dengan cara yang berbeda. Pelaksanaanya dilakukan dalam suasana hening.

Pendeta memberikan khotbah secara online dalam perayaan Paskah tahun ini di Jepara, karena mewabahnya virus corona. (MURIANEWS/Budi Erje)

Masing-masing jemaat menyalakan lilin, dan duduk di depan rumah masing-masing sejak pukul 04.30 WIB. Mereka  mendengarkan khotbah yang  disiarkan live  melalui akun Facebook pendeta jemaat, Yohanes Wibowo.

“Dalam keadaan normal, kami biasanya merayakan Paskah dengan menyelenggarakan prosesi ritual penyaliban  hingga  kebangkitan Tuhan Yesus  yang disebut sebagai  Pawai Subuh Suci. Dengan membawa obor dan menyanyikan pujian bagi kebesaran Tuhan, jemaat berkeliling desa dan diakhiri dengan ibadah di gereja. Tapi kali ini tidak kami laksanakan,” ujar Hadi Priyanto.

Prosesi Subuh Suci sendiri menuruty Hadi Priyanto sudah berlangsung sejak 21 tahun yang lalu. Namun karena mempertimbangkan semuanya, tahun ini Pawai Subuh tidak dilaksanakan.

Demikian juga dengan kegiatan ibadah di Gereja, juga diganti dengan kegiatan ibadah di rumah masing-masing secara online.

Ibadah online pada peringatan Paskah tahun ini di GITJ Margokerto, dilayani oleh pendeta Yohanes Triyatno Nur Wibowo dari teras gereja. Sedangkan jemaat mendengarkan khotbah bersama keluarga di halaman rumah masing-masing dengan menyalakan sejumlah lilin.

“Meski hening, perayaan Paskah kami tetap berlangsung kidmat dan lancar. Kami berdoa semoga krisis akibat Covid-19 ini bisa segera berakhir,” ujar Hadi Priyanto lagi.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis GITJ Margokerto, Sudi Siswanto menyatakan, perayaan Paskah untuk 452 anak Sekolah Minggu akan digelar pada Minggu (12/4/2020) sore. Kegiatan ini juga tidak digelar di gereja seperti biasanya.

Anak-anak  tetap akan diajak merayakan Paskah dengan menghias telur dan dilombakan. Namun mereka dipersilahkan membuat telur Paskah di rumah masing-masing.

Kemudian mereka dipersilahkan memotret telur Paskah milik masing-masing dan mengunggahnya di  media sosial.

“Kegiatan  ini juga untuk menumbuhkan kegembiraan dan optimisme anak-anak di tengah ancaman pandemi global Covid-19. Karena itu untuk memberi semangat kepada anak-anak, hiasan telur yang dibuat ini dilombakan juga,” pungkasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...