Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pasien Corona Sempat Dirawat di Bangsal Umum karena Tak Jujur, Pegawai RSUD Purwodadi Segera Dirapid Test

0 63.215

MURIANEWS, Grobogan – Puluhan pegawai RSUD Purwodadi dalam waktu dekat akan menjalani rapid test. Ini, menyusul adanya pasien positif Covid-19 yang sempat dirawat di bangsal umum rumah sakit itu.

Penderita Covid-19 ini, sebelumnya punya riwayat baru pulang dari Hongkong pada beberapa bulan lalu. Setelah itu, ia juga sempat pergi ke tempat temannya di Yogyakarta. Tidak lama setelah dari Yogyakarta, yang bersangkutan sakit dan periksa ke RSUD Purwodadi pada 24 Maret 2020.

Saat periksa, pasien asal Kecamatan Geyer itu tidak jujur memberikan keterangan. Di mana, yang bersangkutan mengaku tidak pernah pergi ke luar negeri maupun daerah yang statusnya zona merah Covid-19.

Dari keterangan inilah, pasien tersebut selanjutnya dirawat di salah satu kamar perawatan yang ada di bangsal Aster. Di kamar perawatan ini ditempati tiga orang pasien.

Selama dirawat, pasien berusia 47 tahun itu juga ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Kemudian, kondisinya juga diobservasi lebih lanjut oleh dokter spesialis paru. Dari pemeriksaan dokter spesialis ini, kondisi pasien ada pneumonia.

“Setelah ditanyakan lebih lanjut, pada tanggal 30 Maret, pasien baru mengaku kalau baru pulang dari luar negeri dan sempat main ke Jogja. Setelah menyampaikan keterangan itu, pasien kemudian dipindahkan ke ruang isolasi. Kemudian, setelah kondisinya sehat, pasien itu diperbolehkan pulang tanggal 2 April dan diminta isolasi mandiri di rumah,” kata Wakil Direktur RSUD Purwodadi Titik Wahyuningsih pada wartawan, Jumat (10/4/2020).

Sebelum pulang, pasien sempat diambil sampel lendirnya untuk diuji di laboratorium di Yogyakarta. Kemudian, hasil uji swab menyatakan kalau pasien itu positif Covid-19.

Terkait kondisi itulah, sedikitnya ada 76 pegawai di RSUD Purwodadi yang akan dirapid test. Mereka ini adalah orang yang sempat kontak langsung dengan pasien itu, sebelum ditempatkan di ruang isolasi.

Yakni, petugas pendaftaran, IGD, dokter, perawat, hingga tenaga kebersihan.

“Dari pendataan yang kita lakukan, sedikitnya ada 76 orang yang sempat kontak langsung dengan pasien itu. Yakni, mulai tanggal 24 sampai 30 Maret. Mereka ini akan kita rapid test pada Sabtu besok dan Senin lusa,” jelas Titik.

Baca: Kasus Perdana Positif Covid-19 Diumumkan, Grobogan Pasang Status Tanggap Darurat

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyayangkan ketidakjujuran pasien itu dalam memberikan keterangan pada petugas medis. Menurutnya, akibat ketidak jujuran itu maka banyak pihak yang dibikin repot.

“Tolong kepada masyarakat yang periksa agar memberikan keterangan yang jujur pada petugas. Sampaikan saja kalau memang sebelumnya pernah bepergian dari luar negeri atau daerah zona merah. Dengan menyampaikan keterangan yang benar maka bisa dilakukan tindakan yang tepat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menambahkan, selain pegawai RSUD, pihaknya juga akan melakukan tracking atau penelusuran terhadap siapa saja yang sebelumnya pernah kontak dengan yang bersangkutan.

Seperti, keluarga, kerabat tetangga, serta dua orang pasien lain yang sempat berada satu kamar perawatan di Bangsal Aster RSUD Purwodadi.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinkes Sragen untuk tracking. Pasalnya, pasien positif Covid-19 itu sempat periksa ke dokter yang ada di wilayah Sragen yang aksesnya cukup dekat dengan tempat tinggalnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.