Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Beras Paceklik Berkurang, Nelayan Jepara Ancam Kembalikan Bantuan

0 1.895

MURIANEWS, Jepara – Dampak wabah corona menerpa seluruh bagian masyarakat di Indonesia. Di Kabupaten Jepara, dampak yang sama dirasakan oleh masyarakat kelompok nelayan di Jepara. Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Jepara mulai memberikan perhatian terhadap masalah ini.

Ketua Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara Solikul Hadi menyatakan, pihaknya mendesak Pemkab Jepara segera melakukan langkah-langkah nyata. Terutama terhadap dampak-dampak tak langsung corona yang saat mulai dirasakan para nelayan.

Baca: Nelayan Jepara Kembalikan Beras Bantuan ke Kantor Bupati 

Pemkab Jepara didesak untuk segera melakukan program mitigasi sosial ekonomi masyarakat khususnya nelayan dan masyarakat terdampak lainnya.  Nelayan juga mempertanyakan bantuan beras paceklik, yang tahun ini justru turun jumlahnya.

Baca: Pemkab Jepara Urungkan Rencana Karantina Pemudik, Ini Alasannya

Menurut Solekul Hadi, sebelum ini para nelayan menerima bantuan beras paceklik sebanyak lima kg tiap nelayan. Namun pada tahun ini, disaat covid-19 meraja lela, justru menurun menjadi 2,6 kg per nelayan.

Saat ini di Jepara ada 14.256 nelayan, dan 11.788 di antaranya adalah nelayan yang layak menerima bantuan beras paceklik. Artinya, pemkab butuh 58,9 ton beras untuk kebutuhan nelayan. Jika diperhitungkan dengan harga beras yang ada, maka dibutuhkan dana sekitar Rp 707 juta.

“Artinya, uang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan beras paceklik seperti tahun sebelumnya  sebesar Rp 707 ribu. Apa sulitnya Pemkab Jepara mengalokasikan anggaran sebesar itu? Dibanding dengan misalnya, biaya perjalanan dinas Pemkab Jepara yang tahun ini mencapai Rp 46 miliar pada tahun ini?” ujar Solekul Hadi, Rabu (8/4/2020).

Baca: Tracking Pasien Corona Jepara: 10 Orang di Kelet Dirapid Test 14 Lainnya Menyusul

Fornel juga meminta Pemkab Jepara bisa mengatur adanya restrukturisasi hutang di perbankan khususnya untuk pinjaman yang bersifat lokal seperti pinjaman yang berasal dari UPK Dana Bergulir Kecamatan eks. PNPM.  Upaya ini sangat ditunggu para nelayan dalam upayanya bertahan menghadapi perlemahan ekonomi dampak dari corona.

Para nelayan Jepara juga mengancam akan menyerahkan kembali bantuan beras ke kantor Bupati Jepara dan DPRD Jepara, jika dalam waktu 2-3 hari tidak ada respon dari Pemkab Jepara.

“Sebelum ada corona, kami para nelayan sudah menghadapi berbagai persoalan. Kini masalah bertambah karena makin merosotnya hasil tangkapan serta ‘anjloknya’ harga jual tangkapan yang mencapa 40-50 %. Ini terjadi sejak pandemic corona melanda Indonesia dan Jepara,” tandas Solekul Hadi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.