Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ralat Berita: Pemkab Pati Refocusing Rp 32 Miliar Tangani Corona, Termasuk Pembuatan Ruang Isolasi

Catatan Redaksi : Artikel berita ini sebelumnya berjudul “Pemkab Pati Habiskan Rp 32 Miliar Tangani Corona, Termasuk Pembuatan Ruang Isolasi” ditayangkan Selasa (7/4/2020) pukul 15.22 WIB. Artikel tersebut kami ralat pada Selasa (7/4/2020) pukul 16.59 WIB, karena ada ketidakakuratan informasi.  Redaksi MURIANEWS mohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan hal tersebut. Terima Kasih.

MURIANEWS, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengambil langkah melakukan refocusing atau pengalokasian kembali anggaran (sebelumnya tertulis menghabiskan) hingga Rp 32 miliar untuk penanganan covid-19. Ini mengingat anggaran untuk penanganan covid-19 membutuhkan alokasi dana yang besar.

Sekda Kabupaten Pati Suharyono usai mendatangi rapat penanganan Covid-19 dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mengatakan, untuk refocusing ini kemungkinanya bisa berkali-kali.

“Untuk refocusing sekitar Rp 32 miliar lebih. Nanti akan digunakam untuk untuk pembelian berbagai macam kelengkapan dalam penanganan Covid-19. Seperti halnya pembelian Alat Pelindung Diri (APD), Kemudian untuk kebutuhan rumah sakit, kebutuhan puskesmas,” katanya, Selasa (7/4/2020).

Selain itu, pihaknya juga akan menggunakan dana tersebut pembauatan maupun penambahan ruang isolasi di rumah sakit. Kemudian jaring pengamanan sosial kalau memang diperlukan.

“Jadi untuk sementara ini kan (jaring pengamanan sosial) belum. Istilahnya kita belum begitu berdampak, sehingga belum kita lakukan untuk jaring pengaman sosial,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menambahkan saat ini sudah ada istilah Orang Tanpa Gejala (OTG). Mereka adalah orang yang bepergian ke luar daerah maupun luar negeri, tetapi tidak mempunyai gejala apapun.

“Sepanjang tidak ada gejala namanya OTG. Tapi kalau suhunya 38 derajat, ada gejala flu, pilek, dan sebagainya, itu masuknya ODP,” tutup Suharyono.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...