Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Satu Kontainer Tekstil Ilegal Asal China Senilai Rp 1,06 Miliar Digerebek Bea Cukai Jateng

0 3.892

MURIANEWS, Semarang – Petugas Bea Cukai Kanwil Jateng DIY dan KPPBC Surakarta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satu kontainer 40 feet yang berisi 1.542 Roll Polyester Woven Fabric (kain dari polyester) senilai Rp 1,06 miliar di area SPPU 44.574.18 Jalan Wonosari-Pakis Nomor 5 Babadan, Kelurahan Teloyo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Sabtu (4/4/2020).

Penindakan ini dilakukan saat truk trailer yang mengangkut barang impor yang belum dilunasi Bea Masuk dan Pajak Lainnya (ilegal) senilai Rp 1,06 miliar itu melakukan bongkar muat di area SPBU tersebut.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng DIY Padmoyo Tri Wikanto mengatakan, penindakan terhadap satu kontainer kain impor tersebut merupakan upaya penyelundupan yang menciderai dan mengkhianati negara. Terlebih lagi, importasi kain dari China tersebut mendapatkan fasilitas fiskal dari Pemerintah berupa penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor hingga berpotensi merugikan negara hingga Rp 1,18 miliar.

Baca: BEA Cukai Jateng Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal di Tol Semarang-Batang

”Jadi saat dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang masih terhutang Bea Masuk dan Pajak. Seharusnya barang tersebut langsung dibawa ke PT BML selaku perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat, untuk diolah menjadi barang jadi berupa produk tekstil dengan tujuan utamanya untuk diekspor,” katanya dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS, Senin (6/4/2020).

Ironisnya lagi, upaya penyelundupan tersebut dilakukan pada saat negara sedang menghadapi permasalahan yang serius sebagai akibat dari mewabahnya Virus Corona atau Covid-19. Negara membutuhkan anggaran banyak untuk penanggulangan wabah, namun upaya penyelundupan tersebut justru mencuri uang rakyat dan terkait dengan perusahaan yang notabene mendapat fasilitas dari negara.

”Bea Cukai akan menindaklanjuti kasus tersebut secara serius. Siapapun yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum. Kalau terbukti izin Kawasan Berikat juga akan dicabut,” tegasnya.

Baca: 20 Ton Barang Kena Cukai Ilegal Hasil Sitaan Bea Cukai Kudus Dimusnahkan

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng DIY, Moch Arif Setijo Nugroho mengatakan bahwa penindakan yang dilakukan ini berawal dari informasi intelijen. Informasi tersebut menyebutkan adanya pengangkutan barang impor dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju salah satu perusahaan Kawasan Berikat di daerah Karanganyar yang diduga akan melakukan tindakan yang tidak sesuai ketentuan.

”Begitu dapat info, tim langsung bergerak melakukan penelusuran dan pengintaian sejak Jumat malam hari sebelumnya. Kesabaran dalam melakukan pengintaian akhirnya membuahkan hasil manakala truk trailer berhenti di area SPBU 44.574.18 di jalan Wonosari-Pakis dan melakukan pembongkaran atau pemindahan muatan ke kendaraan minibus jenis grandmax,” terangnya.

Baca: Dialihkan ke Tol Laut, Bea Cukai Ungkap Modus Baru Selundupkan Rokok Ilegal dari Jepara

Mendapati kegiatan tersebut tim langsung melakukan penindakan. Enam orang terduga pelaku bersama barang bukti juga ikut serta diamankan. Keenam orang tersebut adalah SN (pemesan barang), TW (pengurus barang), JA (pengurus barang), JT (pengurus barang), WS (sopir kontainer), dan L (kuli bongkar)

”Mereka diduga kuat melanggar Pasal 102 huruf d Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” tandasnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.