Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Jateng Balai Desa dan GOR Jadi Tempat Isolasi Pemudik, Ganjar: TNI-Polri Siap Bantu

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Pemkab PC
0 280
Ucapan Pelantikan Bupati Kodim Jepara PC

MURIANEWS, Semarang – Sejumlah desa di Jawa Tengah langsung bertindak untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Terutama mencegah penyebaran dari para pemudik yang pulang kampung.

Beberapa desa langsung menerapkan program isolasi untuk para perantauan yang pulang. Hal ini juga sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Beberapa desa di Kabupaten Semarang bahkan menyiapkan tempat khusus untuk menjadi lokasi karantina atau isolasi para pemudik.

Di Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru, Semarang menyiapkan gedung olahraga (GOR) di desanya sebagai ruang isolasi. Sementara di Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, balai desa dan gedung polindes yang digunakan.

Ganjar Pranowo sempat meninjau dua lokasi ini. Ganjar mengaku senang lantaran perintahnya dilaksanakan dengan cepat.

Pos kesehatan desa yang disiapkan untuk tempat isolasi pemudik ditinjau Gubernur Ganjar Pranowo. (MURIANEWS/Istimewa)

Ganjar juga berpesan agar kepala kepala desa tidak perlu membangun tempat isolasi khusus untuk para pemudik. Kepala desa cukup menyiapkan bangunan yang sudah ada di desanya, seperti yang dilakukan di Desa Ngrapah dan Desa Bejalen.

“Optimalkan saja gedung balai desa atau tempat pertemuan lain yang dimiliki desa. Tidak usah membangun baru,” kata Ganjar.

Nantinya setiap perantau yang pulang kampung harus didata dan diisolasi selama 14 hari di tempat-tempat khusus tersebut. Apabila ada yang menolak, maka TNI/Polri diminta mengambil tindakan tegas.

“Kami bantu bagaimana cara mengelolanya. Kami juga sudah minta bantuan TNI/Polri untuk membantu melakukan penjagaan, melalui Babinsa dan Babhinkamtibmas di desa-desa,” ujarnya.

Ganjar juga meminta seluruh kepala desa untuk memprioritaskan para lansia dan penyandang disabilitas di desanya dari covid-19.

“Kalau perlu diisolasi dulu dan tidak boleh bertemu dengan keluarga yang baru pulang dari perantauan. Untuk kebutuhan mereka, desa bisa mencukupi menggunakan anggaran yang ada atau masyarakat diminta bergotongroyong. Buat lumbung pangan dan gerakkan kembali jimpitan,” terangnya.

Baca: Protes Bermunculan, Pemkab Kudus Batalkan Rencana Karantina Pemudik

Sementara Wargiyati, Kepala Desa Ngrapah mengatakan GOR yang digunakan untuk tempat isolasi berkapasitas ratusan orang. Lokasinya juga cukup dekat dengan puskesmas.

Ia menyebut sudah ada 30 pemudik yang pulang dan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Nantinya mereka akan dipindah ke gedung itu.

”Setiap pemudik yang datang, langsung didatangi bidan dan babinsa untuk dilakukan pengecekan. Yang sehat harus isolasi di rumah 14 hari, yang sakit langsung dibawa ke rumah sakit. Nanti setelah gedung ini siap, maka seluruh perantau akan kami isolasi di gedung ini,” ujarnya.

Senada Kepala Desa Bejalen, Sugiharto mengatakan, ada tujug pemudik yang berada di desanya. Para perantau itu kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Nanti kalau gedung isolasi di balai desa sudah siap, maka semua pemudik yang tiba langsung kami isolasi,” pungkasnya.

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Banner PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.