Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

11 Pasien Corona di Jateng Sembuh dan 18 Meninggal, Ganjar: Rata-Rata Korban Meninggal Usia Lanjut

MURIANEWS, Semarang – Jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah bertambah. Hingga Sabtu (4/4/2020) siang, tercatat total ada 114 kasus positif corona di provinsi ini.

Dari jumlah itu, sebanyak 11 orang sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan setelah selama beberapa hari menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit.

Pasien sembuh ini tercatat, lima orang dirawat di RSU St Elizabeth Semarang, empat orang di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, dan dua orang di RSUD dr Moewardi Solo.

Sementara itu, data Pemprov Jateng dalam laman corona.jatengprov.go.id, tercatat sebanyak 18 pasien positif corona meninggal dunia. Data ini di-update pada Jumat (3/4/2020) pukul 18.00 WIB.

Dari data itu terlihat jika paling banyak pasien meninggal di RSUP dr Kariadi Semarang. Ada enam pasien meninggal di rumah sakit ini.

Kemudian di RSUD dr Moewardi Solo tercatat ada empat pasien meninggal, RSU Telogorejo Semarang dua orang.

Kemudian RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas, RSUD Kraton Pekalongan, RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, RSU Harapan Anda Tegal, RSU dr. Soedjono Magelang, serta RSUD Cilacap yang masing-masing satu pasien meninggal.

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, jumlah korban meninggal merupakan akumulasi atau data total. Selain itu menurut dia, sebagian besar korban meninggal berusia lanjut atau di atas 50 tahun ke atas.

“Laporan yang saya terima hanya empat pasien yang usianya di bawah 50 tahun. Pasien meninggal rata-rata juga punya penyakit bawaan,” katanya.

Ia merinci, dua pasien positif corona yang meninggal pada 8 Maret 2020 merupakan laki-laki usia 60 dan 59 tahun. Kemudian pasien perempuan usia 44 tahun meninggal pada 13 Maret.

Pasien laki-laki usia 77 tahun juga dinyatakan meninggal pada 21 Maret 2020. Pasien laki-laki berusia 22 tahun meninggal pada 25 Maret.

Selang beberapa hari, pasien laki-laki berusia 65 tahun juga meninggal. Pada 29 Maret, pasien laki-laki berusia 70 tahun juga meninggal. Dan pasien laki-laki berusia 62 tahun meninggal pada 31 Maret.

Laporan yang masuk pada 1 April 2020, ada tujuh pasien yang meninggal. Lima pasien laki-laki berusia 65 tahun, 69 tahun, 45 tahun, 56 tahun, dan 43 tahun, serta dua pasien perempuan berusia 67 tahun dan 72 tahun.

Kemudia 2 April, dua pasien laki-laki usia 64 tahun dan 73 tahun juga dinyatakan meninggal.   Ganjar menambahkan, terdapat satu pasien lagi yang meninggal pada 2 April 2020.  “Statusnya masih Pasien dalam Pengawasan (PDP). Tapi kami curigai positif,” ujarnya.

Ganjar menegaskan selalu menerima laporan dari jajarannya terkait penambahan kasus positif virus corona. Tapi, untuk pasien positif yang meninggal, pihak rumah sakit harus melakukan sejumlah langkah sebelum melaporkan hal itu kepada pemprov, sehingga laporannya seringkali terlambat.

Sementara hingga kini masih ada 85 pasien positif corona yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Jateng. Sementara jumlah PDP tercatat sebanyak 430 pasien, dan Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 14.161 kasus.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...