Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Napi Grobogan Diberi Pembebasan Asimilasi untuk Cegah Corona

MURIANEWS, Grobogan – Puluhan narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Purwodadi, Grobogan mendapat asimilasi untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Dengan adanya asimilasi ini, mereka selanjutnya harus menjalani sisa masa hukuman di rumahnya masing-masing.

Kepala Rutan kelas IIB Purwodadi Solichin mengungkapkan, pemberian asimilasi itu dasar hukumnya adalah Permenkumham Nomor 10 tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Adapun syarat untuk bisa mendapatkan asimilasi diantaranya adalah sudah menjalani setengah masa pidananya. Kemudian, dua pertiga masa pidananya tidak melebihi tanggal 31 Desember 2020.

Dijelaskan, total narapidana yang ada di Rutan Purwodadi sebanyak 213 orang. Dari jumlah ini, ada sekitar 46 narapidana yang memenuhi syarat untuk mendapatkan asimilasi.

Namun, hingga hari ini, baru 30 narapidana yang mendapatkan SK asimilasi tersebut. Sedangkan 16 narapidana lainnya masih menunggu keputusan lebih lanjut.

Dari 30 orang narapidana yang dapat asimilasi tersebut, sembilan orang di antaranya merupakan warga dari luar Kabupaten Grobogan. Antara lain, Jakarta, Pekalongan, Sragen, Demak, Boyolali, dan Bojonegoro.

Sebelum keluar dari rutan, pihaknya menyerahkan penerima asimilasi kepada Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pati untuk pelaksanaan bimbingan selanjutnya.

Penyerahan dilakukan lewat video call antara narapidana penerima asimilasi dengan petugas dari Bapas Pati.

Dalam video call itu, petugas menanyakan identitas lengkap narapidana termasuk nomor telepon yang bisa dihubungi setiap saat.

“Para penerima asimilasi ini diwajibkan untuk tetap tinggal di rumah. Selain itu, mereka juga wajib lapor ke Bapas sepskan sekali lewat video call. Nantinya, petugas sesekali akan melakukan pengecekan ke rumah penerima asimilasi tersebut,” jelas Solichin.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoh

Comments
Loading...