Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pemkab Perintahkan Camat Data Para Pemudik yang Baru Datang di Jepara

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus berupaya melakukan pemantauan terhadap para perantau yang pulang mudik pada hari-hari ini. Sejauh ini para pemudik dari kota-kota besar dideteksi masih terus berdatangan ke Jepara. Jumlahnya mencapai ribuan orang.

Pendataan dan pengawasan tersebut diminta bisa dilaksanakan oleh masing-masing Camat melalui pemerintah desa masing-masing. Data mereka yang datang dari perantauan ini menurut Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi akan menjadi sangat penting untuk upaya penanggulangan Covid-19.

“Instruksi pendataan pemudik dini seperti itu sudah kami sampaikan kepada para Camat, dalam rapat evaluasi pencegahan masuknya covid 19 ke Jepara. Jadi intinya kami minta agar para camat bisa memastikan pendataan terhadap mereka yang datang dari perantauan di masing-masing wilayahnya,” kata Dian Kristiandi, Jumat (3/4/2020).

Baca: Duh, Pemudik di Jepara Tembus Dua Ribu Orang

Mengenai teknis pendataannya, Dian Kristiandi menyebut akan melibatkan seluruh jajaran di tingkat bawah. Sehingga kondisi mereka dapat terpantau, terutama yang datang dari kawasan zona merah.

Komunikasi dengan para petinggi dan tokoh masyarakat dalam jajaran struktur RW dan RT juga harus dioptimalkan dan dimaksimalkan. Sehingga jaringan komunikasi dan koordinasi yang dibangun benar-benar mampu mendeteksi keberadaan mereka yang berpotensi dan bisa segera dilakukan sebuah langkah preventif.

Sedangkan untuk langkah lanjutan terkait penanganan kesehatan pertama berada di petugas medis. Setelah dilakukan pendataan, pemudik diminta dapat melakukan isolasi diri secara mandiri. Terpenting pihaknya menegaskan, langkah ini nantinya tidak sampai terjadi diskriminasi.

Baca: Terbentur Masalah Ekonomi, Banyak Warga Jepara Nekat Mengadu Nasib ke Jakarta

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Mudrikatun menyatakan, saat ini dibutuhkan solidaritas dan tanggung jawab sosial bersama dalam pencegahan penyebaran covid 19.  Pemahaman tentang isolasi diri secara mandiri selama 14 hari, diharapkan benar-benar dapat diterapkan.

“Peran aparat desa dalam pengawasan selama itu sangat dibutuhkan. Yang dari zona terpapar harapannya kalau tidak ada gejala sampai dengan 14 hari, itu kita anggap tidak ada kontaminasi COVID-19,” tambah Mudrikatun.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...