Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Mau Kecolongan, Ganjar Perintahkan Pengelolaan Limbah Covid-19 Diawasi Khusus

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Pemkab PC
0 3.392
Ucapan Pelantikan Bupati Kodim Jepara PC

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan pengelolaan limbah Covid-19 di rumah sakit yang menangani pasien corona diawasi secara khusus. Ganjar mengaku tak mau kecolongan, lantaran jika pengelolaan limbah itu tak dilakukan secara tepat justru bisa menjadi sumber masalah baru.

Terlebih menurut dia, semakin hari semakin banyak pasien yang masuk ke rumah sakit-rumah sakit rujukan corona di Jateng. Alat Pelindung Diri (APD) tenaga yang habis digunakan tenaga medis, harus ditangani dengan serius.

“Setiap hari bertambah dan APD yang dikenakan selalu berganti setiap kali menangani pasien. Maka harus hati-hati,” katanya, Jumat (3/4/2020).

Ia menyatakan, telah menginstruksikan seluruh rumah sakit rujukan, mulai dari level satu hingga level tiga untuk mengawasi hal ini. Ini untuk mencegah limbah tersebut didaur ulang dan dijual kembali ke masyarakat, yang mana berpotensi menyebabkan penyebaran virus corona.

Menurut Ganjar, sejak munculnya kasus antraks, TBC, SARS dan MERS, pengelolaan limbah medis infeksius di rumah sakit telah dilakukan secara khusus. Standar operasional prosedurnya telah ditetapkan, mulai dari tempat pembuangan sampai proses pengolahannya.

Namun, Ganjar juga tidak ingin kecolongan nantinya, jika kondisi semakin memburuk.

“Kita mendisiplinkan dan melakukan kontrol agar tidak bocor. Makanya harus disiapkan betul-betul agar tidak bocor,” imbuhnya.

Apalagi banyak aduan yang masuk kepadanya terkait limbah medis, berupa masker yang didaur ulang oleh oknum tak bertanggungjawab. Masker-masker bekas itu, oleh oknum itu dicuci kembali dan dijualbelikan.

“Makanya tadi saya tanya ke dokter, bagaimana maskernya?. Menurut dokter, masker yang sudah dipakai digunting dulu sebelum dibuang, sehingga tidak bisa didaur ulang dan dijual lagi,” terangnya.

Baca: Pemprov Jateng Borong 10 Ribu APD, Dibagikan Hingga Puskesmas

Menurut Ganjar, pemanfaatan ulang limbah-limbah medis tersebut juga sangat membahayakan. Terlebih jika dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi serta didukung peralatan yang memadai.

“Karena yang mengambil berbahaya, yang mengolah dan apalagi yang memakai ulang itu berbahaya. Karena pasti pengolahannya tidak seperti di dunia kedokteran atau di rumah sakit. Di sana kan canggih ada pembunuh kumannya, virus dengan cara dan alat-alat yang canggih,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Pelantikan Bupati Jepara Banner PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.