Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Duh, Pemudik di Jepara Tembus Dua Ribu Orang

MURIANEWS, Jepara – Lebaran memang masih akan berlangsung sekitar sebulan ke depan. Namun gelombang mudik di Jepara sudah mulai terdeteksi dan jumlahnya mencapai 2.216 orang.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, 2.126 orang yang sudah pulang ke Jepara tersebut berasal dari berbagai tempat. Mulai dari Malaysia, Jakarta dan beberapa daerah yang masuk zona merah virus Corona atau Covid-19.

”Mereka yang datang dari perantauan saat ini sudah ditelusuri oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Jepara yang bekerjasama dengan satgas tingkat kecamatan dan desa. Kita perintahkan camat untuk melakukan koordinasi di desa. Mereka yang masuk ODP (Orang Dalam Pantauan) untuk melakukan isolasi mandiri,” katanya, Kamis (2/3/2020).

Baca: Enam PDP Jepara Sembuh, ODP Malah Tambah Jadi 228 Orang

Selain karantina, Dian Kristiandi juga meminta warganya yang berada di perantauan untuk tidak mudik terlebih dulu ke kampung halaman. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona di Kota Ukir.

”Saya mengingatkan kepada bapak/ibu yang berada di perantauan, khususnya yang berada di zona merah Covid-19, jika sayang kepada keluarga di kampung dan ingin mereka tetap sehat dan selamat, urungkan niat untuk pulang kampung,” pintanya.

Jika para perantau tetap mudik, sama halnya dengan membahayakan kesehatan keluarga. Karenanya, jika tidak ada sesuatu yang sifatnya mendesak diimbau untuk tetap tinggal di tempat perantauan dulu.

Baca: Cerita Mantan PDP Asal Jepara saat Isolasi Diri: Rajin Minum Vitamin, Berkebun, dan Yakin Sembuh

”Jalan terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah memutus penyebaran virus dari kota atau zona merah ke daerah-daerah lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, Hadi Priyanto, salah seorang tokoh masyarakat Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara menyatakan sudah saatnya Pemkab Jepara melakukan penanganan-penanganan lebih serius terkait dengan dampak tak langsung  yang ditimbulkan virus Corona.

”Saya belum melihat masalah-masalah yang timbul akibat dampak tak langsung corona ini mendapatkan perhatian. Padahal hal ini saya pandang sangat penting karena persoalannya bisa mengakibatkan persoalan sosial di masyarakat. Harus segera ada langkah-langkah yang dilakukan,” tambahnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...