Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemudik Pulang ke Kudus Langsung Dikarantina, Masuk Kategori ODP

0 1.672

MURIANEWS, Kudus – Para pemudik yang pulang ke Kabupaten Kudus, akan langsung dikarantina oleh otoritas kesehatan setempat. Langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Para pemudik itu secara otomatis masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Terutama mereka yang berasal dari daerah zona merah atau wilayah yang ditemukan kasus positif corona.

Karantina akan dilaksanakan selama 14 hari di sejumlah fasilitas milik Pemkab Kudus. Di antaranya Rusunawa Desa Bakalan Krapyak di Kecamatan Kaliwungu, Balai Diklat Menawan di Kecamatan Gebog, dan aset lain milik pemkab.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, jika sejumlah fasilitas dirasa telah siap, maka kebijakan ini akan dilaksanakan mulai sore ini.

“Sore ini jika memang sudah siap dan ada para pemudik akan segera diberlakukan,” ucap Hartopo, Kamis (2/4/2020).

Prosesnya menurut dia, semua pemudik akan diarahkan langsung ke tempat karantina. Sehingga tidak ada pemudik yang melenggang di Kota Kretek tanpa pengawasan. Dengan begitu, tambahnya, angka persebaran ODP bisa ditekan dan dipusatkan.

“Langsung ke sana (tempat karantina), tidak boleh ke rumah. Selama 14 hari harus di tempat karantina,” tekannya.

Di tempat karantina, para ODP akan dipantau kesehatannya. Tenaga medis dengan segala kelengkapan juga akan disiapkan semaksimal mungkin.

Pun dengan kebutuhan sehari-hari seperti konsumsi, maupun fasilitas yang dibutuhkan para ODP selama masa karantina akan disiapkan pemerintah. “Itu (fasilitas) akan kami lengkapi bagi mereka,” lanjutnya.

Apabila ditemukan kasus ataupun gejala mirip Covid-19 pada salah satu pemudik, maka akan segera langsung diisolasi, sesuai dengan standar operasional yang berlaku. “Masyarakat tidak perlu cemas. Mereka adalah orang sehat dari luar kota saja,” lanjutnya.

Sementara untuk ODP yang sudah terlanjur berada di rumah, Hartopo menegaskan akan meningkatkan pengawasan pada mereka. Semua sektor pun diminta bersungguh-sungguh dalam hal ini. “Mereka akan terus kami pantau, kami pastikan terus,” katanya.

Jika keadaan semakin buruk, Hartopo menyiapkan opsi untuk memakai sejumlah hotel sebagai tempat isolasi para ODP. Namun opsi tersebut merupakan pilihan terakhir.

“Kami mohon bantuan dari rekan rekan perhimpunan hotel di Kudus jika nanti keadaan benar-benar memburuk,” terangnya.

Sementara itu, Tris Suyitno, Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kudus mengatakan pihaknya siap jika memang pemkab membutuhkan bangunan hotel untuk ruang isolasi. Hanya memang, pihaknya berharap ada kompensasi saat kebijakan tersebut dilaksanakan.

“Kami juga berharap keringanan dari pembayaran pajak kami, karena sekarang pemasukan kami menurun,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.