Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bupati Haryanto Keluarkan Stimulus Kredit Bagi Warga Terdampak Covid-19 di Pati

MURIANEWS, Pati – Bupati Pati Haryanto mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akibat dampak penyebaran virus corona (Covid-19). Dalam hal ini, pihaknya mengeluarkan kebijakan stimulus pembiayaan guna mengatasi dampak yang ditimbulkan.

“Pemberian stimulus tersebut dapat dilakukan dengan melakukan relaksasi atau restrukturisasi kredit kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak penyebaran Covid-19. Hal itu antara lain di sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian dan pertambangan. Tentunya ini dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan mekanisme pemantauan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya, Rabu (1/4/2020).

Haryanto menjelaskan bahwa seluruh Bank Umum Konvensional (BUK), Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang berada  di wilayah Kabupaten Pati diminta untuk memberikan stimulus kredit bagi debitur yang terdampak penyebaran  Covid-19. Hal itu sebagaimana ketetapan dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Baca: Imbas Covid-19, UMKM Pati Merugi

“Kebijakan pemberian stimulus kredit tersebut mulai berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021,” tegas Bupati.

Dia pun menekankan perlunya dilakukan sosialisasi, edukasi, dan literasi kebijakan stimulus kredit tersebut dengan memasang pengumuman  di seluruh Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu atau Unit dan Kantor Kas, sesuai ketentuan teknis yang berlaku di masing-masing pelaku Industri Jasa Keuangan.

Baca: Imam Suroso Meninggal, 10 Orang Dikarantina Termasuk Anak dan Istri

Bank pun diminta menyampaikan laporan berkala atas penerapan kebijakan stimulus kredit tersebut kepada Bupati Pati sejak posisi data akhir bulan April 2020.

Semua itu, menurut Bupati perlu dilakukan dalam rangka mendorong optimalisasi fungsi intermediasi perbankan, menjaga stabilitas industri jasa keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pati yang terdampak penyebaran  Covid-19.

“Sebab hal itu juga berdampak secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kinerja dan kapasitas debitur, termasuk debitur UMKM,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...