Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kota Tegal Umumkan Kasus Perdana Covid-19, Local Lock Down Diterapkan Sejak 22 Maret

MURIANEWS, Tegal – Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Kardinah Kota Tegal akhirnya dinyatakan positif virus corona atau Covid-19 setelah dirawat sejak 16 Maret lalu. Pasien tersebut merupakan warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal dan masih berusia 34 tahun.

Pernyataan tersebut diungkapkan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono sebagaimana dilansir Kompas.com. Selain itu, temuan ini merupakan kasus perdana di Kota Tegal dengan status positif corona.

”Ini adalah kasus pertama dengan status positif corona. Pasien ini sebelumnya baru pulang bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab dan dari Jakarta menuju Kota Tegal menggunakan kereta api,” katanya saat konferensi pers di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) semalam.

Saat naik kereta, lanjutnya, pasien ini memang seorang diri naik kereta Sembrani dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Tegal. Namun, dalam gerbong tersebut ada tiga warga lain yang duduk di depan dan di sampingya.

Baca:Satu PDP di Pati Meninggal Dunia

“Saat ini identitas ketiga penumpang tersebut sudah kami kantongi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan PT KAI agar bisa ditindaklanjuti. Di luar itu, saya berharap kondisi pasien yang dari Slerok ini mudah-mudahan bisa sembuh dan kembali sehat,” ujarnya.

Meski begitu, Dedy mengakui, sebelum dinyatakan positif, pasien ini harus menjalani dua kali pemeriksaan swab tenggorokan ke Balitbang Kemenkes RI. Hasil pemeriksaan pertama pada 17 Maret dinyatakan negatif. Sementara pada pemeriksan kedua 24 Maret, pasien baru dinyatakan positif.

Baca: GP Ansor Jateng Desak Pemerintah Buka Data Sebaran Covid-19

Untuk itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat bisa memahami dan bersama-sama pemerintah untuk bisa menyukseskan kebijakan yang diterapkan sebagai upaya pencegahan penyebaran corona di Kota Tegal.

“Masyarakat harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, Dody juga sudag menutup sementara beberapa titik pusat keramaian dan mengalihkannya ke tempat lain hingga sepekan ke depan. Langkah yang diistilahkan dengan  local lock down itu diambil sebagai upaya menekan persebaran virus corona.

Baca: Satu Warga Rembang Positif Corona, Punya Riwayat Kontak dengan Pasien di Bali

“Kawasan Alun-alun, Jalan Ahmad Yani, GOR Wisanggeni dan Jalan Gajah Mada kita tutup sementara sampai 29 Maret 2020,” terangnya.

Penutupan ruas jalan bagi orang luar daerah yang akan menuju pusat Kota Tegal, dilakukan sejak Minggu (22/3/2020) malam. Melibatkan tim dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Satlantas Polres Tegal Kota memasang median jalan di beberapa titik.

Akses menuju alun-alun dari sisi timur ditutup di jembatan Jalan Pancasila. Untuk arah masuk sisi barat, dialihkan menuju Jalan Ahmad Yani. Namun jalan Ahmad Yani ditutup pada sisi utara atau tepatnya di perempatan lampu merah gantung.

Baca Juga: Pulang Kampung, Mahasiswi Jakarta PDP Covid-19 Meninggal di Cilacap

Bagi kendaraan yang akan ke Alun-alun dari selatan dialihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto. Ini akan melindungi pusat kota. Di lokasi lain, kendaraan dari arah barat (Jakarta) yang akan menuju jantung kota akan dialihkan ke Jalan Mataram (Terminal) untuk kemudian dilanjutkan menggunakan Jalur Lingkar Utara (Jalingkut).

Begitu pula sebaliknya, kendaraan dari timur (Semarang) diarahkan menuju Jalingkut dan keluar melalui jalan samping Terminal.

“Jalan Gajah Mada tak ada kendaraan. Semua yang dari luar daerah tidak ada yang masuk ke kota. Ini tentunya untuk mewaspadai orang asing atau orang luar yang masuk ke Tegal. Bukan berburuk sangka, tetapi lebih kepada menjaga warga Tegal yang masih sehat agar tak terpapar corona,” tambahnya.

Untuk diketahui, Kota Tegal sendiri hingga Rabu (25/3/2020) tercatat merawat 14 PDP dan 37 Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona. Sebelumnya, 1 PDP berusia 77 tahun meninggal dunia sebelum terkonfirmasi positif atau negatif Covid-19 pada Selasa (23/3/2020).

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...