Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Imbas Corona, Banyak Hotel dan Restoran di Jepara Tutup Sementara dan Kurangi Karyawan

0 290

MURIANEWS, Jepara – Ketua Badan Pimpian Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) Jepara R Sigit Nugroho menyatakan saat ini bisnis hotel dan resatauran serta pariwisata, tengah menghadapi cobaan berat. Dari hari ke hari sejak virus corona menggila, para pelaku usaha sudah harus melakukan usaha agar bisa tetap bertahan.

Beberapa restaurant sudah memilih untuk tutup sementara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk mendukung usaha pencegahan corona, dengan mencegah terjadinya kerumunan manusia. Selain itu, saat ini tingkat kunjungan ke restaurant juga mengalami penurunan yang drastis.

“Ada yang sudah menyatakan menutup sementara usaha restaurantnya. Namun mereka yang buka juga tidak banyak mendapatkan pemasukan. Tingkat kunjungan ke restaurant yang masih buka saat ini hanya mencapai 5 persen atau paling banyak 30 persen,” ujar Sigit Nugroho, Rabu (25/3/2020).

Situasi yang sama juga di usaha perhotelan. Saat ini tingkat hunian hotel yang ada di Jepara rata-rata hanya mampu mencapai 5 persen saja. Sedangkan yang paling bagus, tingkat hunian hotel mencapai 20 persen. Beberapa hotel dan restoran sudah ada yang menyatakan tutup sementara waktu. Lainnya juga ada yang memilih untuk merumahkan karyawanya untuk sementara waktu.

Terkait hal ini, BPC PHRI Jepara, sesuai dengan arahan dari PHRI pusat dan propinsi, akan menyampaikan permohonan ke Pemkab Jepara. Permohonan yang disampaikan terkait dengan pembebasan pembayaran Pajak Hotel, Pajak Restauran, Pajak Reklame, Pajak Hiburan dan beberapa pajak lain yang biasa dibayarkan oleh para pelaku usaha.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Agung M, pengelola salah satu hotel di Jepara. Saat ini dari 60 kamar yang tersedia di hotelnya, rata-rata hanya terisi 5 sampai 10 kamar saja. Situasi ini sudah berlangsung dalam sepekan terakhir.

Jika situasi tidak berubah, maka besar kemungkinan pihaknya akan merumahkan karyawan sementara waktu. Langkah ini diambil sambil menunggu perkembangan yang terjadi. Selain itu juga untuk mengurangi operasional perusahaan.

“Bagaimana lagi, situasinya memang lagi tidak jelas sekarang ini. Kami hanya berharap semua segera berlalu dan berakhir baik, normal seperti biasa. Kalau masih seperti ini, ya terpaksa nanti kami akan merumahkan karyawan dulu,” ujar Agung M.

Sementara itu Arwin Pandu, pelaku usaha pariwisata di Jepara menyatakan sudah menghentikan kegiatan sejak Pemkab Jepara menyatakan ditutupnya pariwisata di Jepara. Praktis sejak merebaknya corona, jumlah wisatawan memang menurun. Terakhir, pihaknya juga membatalkan paket wisata yang sudah dipesan karena pariwisata dinyatakan ditutup.

“Mau bagaimana lagi. Sekarang yang bisa kami lakukan hanya menunggu perkembangan yang terjadi. Mudah-mudahan segera berakhir krisis ini. Kalau tidak, kami tidak bisa membayangkan apa yang terjadi,” keluh Arwin Pandu.

 

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.