Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Posko Pemeriksaan Bus Luar Kota di Jepara Terpaksa Dihentikan, Ini Alasannya

0 4.659

MURIANEWS, Jepara – Pemeriksaan bus di dua Posko yang dibentuk Tim Satgas Covid 19 Jepara terpaksa dihentikan, Selasa (24/3/2020) siang. Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap kegiatan yang ada.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arwin Noor Isdiyanto menyebutkan, beberapa alasan tersebut di antaranya karena ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) tidak mencukupi bagi relawan. Selain itu kegiatan ini dinilai tidak efektif lantaran malah menimbulkan kerumunan massa. Sehingga akhirnya diputuskan untuk dihentikan.

”Hasil evaluasi yang dilakukan akhirnya menyimpulkan bahwa Posko Pemeriksaan Bus dan angkutan dari luar kota dihentikan mulai siang ini. Selain tidak efektif, dalam kegiatan ini juga mengalami kekurangan APD bagi para relawan,” ujar Arwin Noor Isdiyanto, Selasa (24/3/2020).

Selanjutnya Tim Satgas Covid 19 Jepara membentuk gugus tugas yang sama di tingkat Kecamatan dan Desa. Mereka secara efektif telah dibentuk pada Selasa (24/3/2020) siang. Gugus tugas ini nantinya akan berfungsi dalam pengawasan terhadap warganya, dan melaporkan perkembangan yang terjadi di masing-masing wilayah.

Baca Juga:

Jika ada temuan, maka gugus tugas di masing-masing desa diminta untuk melakukan pendampingan untuk dilakukan penanganan dari sisi kesehatan. Selain itu juga melakukan upaya-upaya promotif dan edukatif terhadap usaha pencegahan virus corona.

”Kami tetap berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Namun demikian juga harus waspada dan selalu mematuhi apa yang menjadi kebijakan pemerintah,” tegas Arwin Noor Isdiyanto.

Sementara itu, jumlah orang yang ditetapkan oleh Tim Satgas Covid 19 Jepara sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) melonjak. Sampai Selasa (24/3/2020), jumlahnya menembus angka 32 orang. Jumlah ini bertambah setelah sehari sebelumnya mencapai 26 orang.

Data-data tersebut seperti yang muncul di situs resmi Pemkab Jepara corona.jepara.go.id., sampai Selasa (24/3/2020) petang. Penambahan ini juga terjadi pada orang yang ditetapkan dengan status PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Untuk PDP jumlahnya meningkat menjadi 8 orang, dengan 7 orang diantaranya menjalani perawatan di ruang isolasi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.