Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Update Covid-19 Jateng 24 Maret: 2.858 ODP, 230 PDP, 15 Positif, Alat Rapid Test Ditunggu

MURIANEWS, Semarang – Jumlah warga di Jawa Tengah yang berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) terkait Covid-19, Selasa (24/3/2020) bertambah. Saat ini tercatat ada 2.858 orang di provinsi ini yang dimasukkan dalam daftar pemantauan.

Data ini mengalami peningkatan dibandingkan pada Senin (23/3/2020) sore, di mana jumlahnya tercatat hanya sebanyak 2.781 orang.

Berdasarkan data yang diunggah dalam laman Pemprov Jateng corona.jatengprov.go.id, yang di-update pada Selasa (24/3/2020) pukul 07.00 WIB, disebutkan jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan.

Jika pada Senin sore jumlah PDP tercatat sebanyak 232 pasien, pagi ini berkurang dua orang menjadi 230 pasien.

Sementara pasien yang dinyatakan positif corona masih berjumlah 15 orang, dengan tiga orang di antaranya sudah meninggal dunia.

Sementara 12 pasien positif lainnya dirawat di ruang isolasi di sejumlah rumah sakit. Yakni empat orang di RSUD Dr Moewardi Solo, empat orang di RS Dr Kariadi Semarang, satu orang di RS Tidar Magelang, satu orang di Rumah Sakit Wongso Negoro Semarang, satu orang di RSUD Kraton Pekalongan, dan satu orang di RS Margono Purwokerto.

Sementara itu, Pemprov Jateng juga masih menunggu alat rapid test yang akan dibagikan pemerintah pusat. Alat yang didatangkan dari China itu sudah tiba di Indonesia pada Minggu (22/3/2020).

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyebut, Kota Semarang dan Surakarta akan menjadi daerah prioritas untuk mendapatkan alat tersebut. Namun, saat ini pihaknya masih menunggu alokasi yang akan diberikan pemerintah pusat.

Saat ini, Dinas Kesehatan dan rumah sakit yang menangani penderita COVID-19 diminta untuk menghitung perkiraan kebutuhan alat rapid test.

“Kita akan infokan kepada seluruh kabupaten kota tentang rapid test. Kita saat ini juga masih menunggu berapa kita dikasih alokasi dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca: Tenaga Medis di RS PKU Muhammadiyah Gubug Terpaksa Bikin APD dari Plastik Tanaman

Saat ini, kata Wagub, pasien terbanyak yang ditangani tenaga medis masih kategori ODP. Setelah rapid test nantinya dilaksanakan, diperkirakan akan terjadi kenaikan PDP dan terkonfirmasi positif.

Maka, pihaknya meminta agar mulai dari sekarang, Dinas Kesehatan dan rumah sakit rujukan dapat menghitung kemampuan masing-masing, baik SDM maupun sarana prasarananya. Sehingga maksimal memberikan pelayanan dan memberikan rasa aman kepada tenaga medis.

“Saya berharap semoga tidak ada kenaikan signifikan di kabupaten/kota. Semoga kita sehat semua. Tapi kita harus punya pemikiran, kalau terjadi yang terburuk. Ya ini yang harus kita pikirkan,” terangnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...