Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pasien dalam Pengawasan Terkait Covid-19 di Kudus Bertambah, Jadi 13 Orang

MURIANEWS, Kudus – Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) terkait virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Kudus kembali bertambah per Senin (23/3/2020). Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus telah mencatat, setidaknya ada 13 pasien PDP yang dirawat di tiga rumah sakit hingga siang ini.

Dengan rincian tujuh orang berasal dari Kabupaten Kudus, tiga orang berasal dari Kabupaten Jepara, dua orang berasa dari Kabupaten Demak, serta satu orang berasal dari Kabupaten Grobogan.

“Sebagian sudah diambil sampelnya untuk diuji di laboratorium,” ucap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dokter Andini Aridewi dalam jumpa pers di Pringgitan Pendapa Kudus, Senin (23/3/2020).

Tujuh pasien dari Kabupaten Kudus diisolasi di dua rumah sakit. Yakni tiga orang di RS Aisyiah Kudus, sedangkan empat pasien lainnya diisolasi di RSUD Loekmono Hadi, Kudus.

Sementara dua warga Jepara diisolasi di RS Mardirahayu. Sisanya, yakni satu warga Jepara, dan Grobogan serta dua warga Demak diisolasi di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Jumlah tersebut, kata Andini, bisa saja bertambah kembali, seiring dengan berjalannya waktu. Namun bisa juga menurun apabila ada pasien yang telah dinyatakan negatif corona.

Sementara untuk jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP), tercatat setidaknya ada sebanyak 84 orang warga Kudus dan sekitarnya. “Dari jumlah itu, 48 di antaranya merupakan warga Kudus, 36 lagi orang luar Kudus,” lanjutnya.

Para ODP, lanjutnya, disarankan untuk mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari. Hal tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah virus corona menyebar di sekitar.

Baca: Update Corona Kudus Minggu: PDP Sembilan Orang, ODP 70 Orang

Pihaknya pun berharap agar masyarakat terus menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

Etika batuk, kata Andini, juga harus diperharikan. Di antaranya adalah menggunakan masker ataupun menutupinya dengan siku bagian dalam.

Makan-makanan yang bergizi guna meningkatkan daya tahan tubuh pun dianjurkan. Menjaga kebersihan lingkungan, istirahat cukup, olahraga mandiri di rumah juga disarankan untuk dilakukan warga yang kini tengah melakukan social distancing.

“Segera memeriksakan diri apabila terdapat gejala demam, batuk pilek, sresak, serta dalam 14 hari bepergian ke daerah terjangkit,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...