Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Merata di Semua Wilayah Jateng, 2.236 Warga Berstatus ODP Covid-19

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mencatat hingga Jumat (20/3/2020) pagi, jumlah pasien berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP) terkait Covid-19 atau virus corona jumlahnya meningkat. Jumlahnya mencapai 2.236 warga yang kini dalam proses pemantauan.

Sementara pasien yang berstatus PDP atau Pasien dalam Pengawasan, jumlahnya sebanyak 113 orang. Mereka kini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah.

Data ini berdasarkan data dari lama Pemprov Jateng corona.jatengprov.go.id, yang di-update Jumat (20/3/2020) pukul 08.00 WIB.

Sementara kasus positif corona hingga kini tercatat sebanyak sembilan orang. Di mana tiga di antaranya sudah meninggal dunia.

Pasien meninggal tercatat dua dirawat di RSUD dr Moewardi Solo dan satu pasien di RSUP dr Kariadi Semarang. Sementara Sembilan pasien positif kini tersebar di empat rumah sakit.

Yakni tiga orang di RSUD Dr Moewardi Solo, tiga orang di RS Kariadi Semarang, Satu orang di RS Tidar Magelang, dan dua orang di Rumah Sakit Wongso Negoro Semarang.

Di laman tersebut juga dipaparkan semua wilayah atau 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah terdapat kasus ODP atau PDP. Dalam laman itu juga dipaparkan mengenai kriteria dari ODP dan PDP.

Yakni, ODP: orang dengan gejala demam (>38°C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa Pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke Negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Sementara PDP kriterianya yakni: orang yang mengalami gejala demam (>38°C) atau riwayat demam, ISPA dan Pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 14 hari terakhir.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat melaporkan ke pemerintah apabila pernah kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ini diperlukan untuk membantu pemerintah menekan persebaran virus corona di Jawa Tengah.

“Kami minta masyarakat membantu kami dengan memberikan informasi yang jujur melalui aplikasi yang telah disiapkan,” kata Ganjar.

Pihaknya juga akan mengoptimalkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut menyosialisasikan hal ini, termasuk ketua RT/RW, kelurahan, kecamatan, TNI/Polri. Apalagi lanjut dia, pemerintah saat ini telah mempersiapkan alat rapid test untuk melakukan pengecekan massal.

Jika alat tersebut sudah siap, maka dapat digunakan untuk melakukan pengecekan kepada orang-orang yang berpotensi terjangkit.

“Kalau alat rapid test nya datang, maka yang menjadi prioritas diperiksa adalah orang-orang yang telah melaporkan melalui aplikasi itu. Jadi ini nanti targetnya bisa fokus. Ini butuh kerja sama semua pihak, saatnya kita bersama melawan corona,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...