Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

OPINI

Karakteristik Cuaca Masa Pancaroba

0 66
Ekky Amiral Faqi *)

MASA pancaroba adalah periode terjadinya peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara masa pancaroba terjadi pada periode bulan Maret, April, Mei (MAM) dan periode bulan September, Oktober, November (SON). Kondisi atmosfer pada masa pancaroba bersifat lembap dan disertai panas yang cukup terik, sehingga menimbulkan karakteristik cuaca yang unik.

Karakteristik cuaca pertama yang dibahas adalah karakteristik hujan pada masa pancaroba. Udara lembap dan panas yang terik menyebabkan terbentuknya awan jenis konvektif secara masif.

Awan-awan jenis konvektif khususnya awan cumulonimbus menyebabkan turunya hujan yang disertai dengan petir dan guntur. Frekuensi terjadinya hujan sekitar dua kali dalam sepekan. Waktu terjadinya hujan pada masa pancaroba adalah pada sore hingga malam hari.

Pada masa pancaroba hujan turun dengan intensitas lebat namun durasinya tidak terlalu lama hanya sekitar 30-90 menit. Apabila kondisi langit mendung pekat dan mulai terjadi hujan segera akhiri aktivitas luar ruangan, karena rawan terjadi hujan lebat yang disertai sambaran petir.

Karakteristik kedua adalah kondisi udara saat masa pancaroba. Suhu udara pada masa pancaroba cenderung tinggi dan panas. Panasnya suhu diakibatkan oleh pergerakan semu tahunan matahari yang bergerak dari bumi belahan selatan menuju ekuator (Katulistiwa) melintasi Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Udara juga terasa gerah karena kondisi atmosfer yang lembap ditambah dengan panas yang cukup terik. Dengan kondisi udara yang lembap dan panas alangkah baiknya menjaga suhu ruangan dan kebersihan tubuh supaya terhindar dari risiko penyakit.

Karakteristik ketiga adalah kondisi cuaca laut saat masa pancaroba. Kecepatan angin pada masa pancaroba sudah mulai berkurang dan tidak sekencang saat musim baratan (penghujan) dan timuran (kemarau) akibat transisi perubahan arah bergeraknya angin. Angin yang mulai lemah dan melambat menyebabkan ketinggian gelombang laut berkurang tidak seganas saat musim kemarau dan musim hujan.

Namun pada masa pancaroba juga rawan terjadi badai lokal di perairan-perairan tertentu. Pada masa pancaroba adalah masa yang cukup bersahabat untuk melaut dan melakukan rekreasi pantai di perairan sekitar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dengan tetap memperhatikan prakiraan badai lokal di perairan tertentu. (*)

 

*) Penulis adalah Forecaster BMKG asal Kabupaten Pati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.