Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ralat Berita: RSUD Kudus Periksa 21 Pasien ODP, Dua Dirawat di Ruang Isolasi

Catatan Redaksi : Artikel berita ini sebelumnya berjudul “RSUD Kudus Periksa 201 Pasien ODP, Dua Dirawat di Ruang Isolasi” ditayangkan Rabu (18/3/2020) pukul 18.07 WIB. Artikel tersebut kami ralat pada Rabu (18/3/2020) pukul 22.23 WIB, karena ada ketidakakuratan informasi.  Redaksi MURIANEWS mohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan hal tersebut. Terima Kasih.

MURIANEWS, Kudus – Hingga Rabu (18/3/2020) sore, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus mencatat setidaknya ada sebanyak 21 (sebelumnya tertulis 201 ) warga Kudus dan sekitarnya yang diperiksa dan masuk dalam kategori Orang dalam Pemantauan (ODP).

Sementara untuk jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) kini menurun menjadi dua orang. Setelah sebelumnya ada empat orang yang dirawat di ruang isolasi.

Dua orang lain diketahui sudah dinyatakan negatif virus corona atau Covid-19, yakni pasien asal Kudus dan Cepu.

Sementara dua orang lainnya, satu di antaranya merupakan rujukan dari RSUD Rehatta Jepara. Pasien tersebut diketahui merupakan pekerja di perusahaan milik warga negara Korea Selatan.

“Sementara satu orang lagi dari Pati,” ucap PIC Covid-19 RSUD Kudus Jukisno.

Untuk antisipasi lonjakan rujukan, pihak RSUD Loekmono Hadi pun telah menambah ruang isolasi mereka. Dari sebelumnya berkapasitas dua tempat tidur, kini ada tambahan sembilan tempat tidur yang siap dioperasikan mulai kemarin.

“Ini dalam rangka melayani pasien rujukan maupun dari masyarakat Kudus yang diduga terpapar virus corona,” ujarnya.

Sementara untuk pasien asal Kabupaten Demak yang sempat dinyatakan kabur, akhirya diperiksa kembali oleh pihak rumah sakit. Hasil menunjukkan jika yang bersangkutan memiliki rontgen yang baik.

“Rekam jejaknya juga tidak menunjukkan indikasi tertular corona karena bepergian ke luar negerinya sudah dua bulan lebih,” terangnya.

Sempat dikabarkan sebelumnya juga, satu orang karyawan perusahaan swasta di Kudus memiliki suhu tubuh yang tinggi hingga diminta untuk pulang dan berobat. Yang bersangkutan juga diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Solo beberapa waktu sebelumnya.

Soal ini, Tim Informasi Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Nasiban menjelaskan, yang bersangkutan kini tengah berstatus orang dalam pemantauan saja.

Proses pengobatan pun sudah dijalankan. “Kini tinggal menunggu hasil pengobatannya saja,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...