Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemilik Galian C yang Tewaskan Kiai dan Lima Santri di Grobogan Jadi Tersangka

MURIANEWS, Grobogan – Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tenggelamnya kiai dan lima santriwati di kolam bekas galian C di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati yang terjadi pada Senin (9/3/2020) lalu.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Andi Mekuo mengungkapkan, orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Sucipto, selaku pemilik izin tambang galian C tersebut.

“Tersangkanya satu orang. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan,” kata Andi pada wartawan, Selasa (17/3/2020).

Menurutnya, dari pemeriksaan yang dilakukan, pemilik tambang asal Brati itu dinilai telah melakukan kelalaian dan mengabaikan prosedur keamanan dalam melakukan kegiatan pertambangan.

Akibat kelalaian itu, ada enam orang meninggal dunia di kolam bekas galian C yang sudah beroperasi sejak tahun 2016 tersebut.

“Pemilik tambang kami jerat dengan pasal 359 KUHP karena lalai hingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. Adapun ancamannya adalah hukuman penjara selama-lamanya lima tahun,” jelasnya.

Ia menyebut, dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Antara lain, Ditreskrimsus Polda Jateng, Dinas ESDM Jateng, dan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan.

“Untuk kolam bekas galian C sudah dilakukan reklamasi guna mencegah terjadinya peristiwa serupa,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kabid Minerba Dinas ESDM Provinsi Jateng Agus Sugiarto mengungkapkan, lokasi penambangan itu rencananya akan dijadikan sawah. Namun, dari pengecekan lokasi, ada kelalaian yang dilakukan pemilik tambang.

“Faktanya ada kelalaian yang dilakukan. Pemilik tambang tidak melaksanakan kaidah penambangan yang baik. Oleh sebab itu, pemilik tambang harus bertanggung jawab terkait kejadian itu,” tegas Agus.

Baca: Pak Kiai Meninggal Saat Selamatkan Santrinya yang Tenggelam di Galian C Grobogan

Diberitakan sebelumnya, peristiwa tewasnya enam orang di kolam bekas galian C itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (9/3/2020). Sebelum kejadian, sejumlah santriwati Ponpes Putri Al-Lathifiyyah Dusun Sobotuwo sedang melangsungkan kerja bakti di lingkungan gedung madrasah baru.

Usai kerja bakti, para santriwati bermaksud untuk cuci tangan dan kaki di kolam bekas galian C. Lokasi kolam ini berada sekitar 20 meter di seberang gedung madrasah baru, tempat dilaksanakannya kerja bakti.

Para santriwati berjalan kaki menuju ke lokasi kolam. Sekitar lima orang di antarnya berjalan sambil bergandengan tangan.

Ketika sampai di pinggiran, salah satu satriwati terpeleset dan tercebur kolam yang berisi air dengan kedalaman sekitar dua meter itu. Kejadian ini menyebabkan empat satriwati lainnya yang tadinya bergandengan tangan ikut tercebur dan akhirnya tenggelam karena tidak bisa berenang.

Melihat kejadian ini, beberapa teman korban ada yang berinisiatif menolong sambil berteriak minta tolong. Tidak lama kemudian, pengasuh ponpes KH Wahyudi datang ke lokasi untuk menolong namun akhirnya ikut tenggelam.

Puluhan warga sekitar yang datang ke lokasi kejadian hanya bisa menyelamatkan dua orang santriwati. Sementara lima santriwati lainnya serta pengasuh ponpes baru bisa ditemukan beberapa saat berikutnya dalam kondisi meninggal dunia.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...