Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Di Jateng Ada 1005 ODP Covid-19, Ganjar: Perbanyak Berjemur

0 3.729

MURIANEWS, Semarang – Di Jawa Tengah saat ini ada sebanyak 1005 orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19 atau virus corona. Dari jumlah itu, 69 orang di antaranya masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) termasuk yang sudah dinyatakan positif corona.

Data ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam konferensi pers di Semarang, Selasa (17/3/2020). Ia menyatakan, dari 69 orang PDP tersebut yang masih dirawat sebanyak 42 orang. Mereka tersebar di berbagai rumah sakit di Jawa Tengah.

“Sementara 24 orang lainnya sudah diperbolehkan dan dalam kondisi sehat,” kata Ganjar Pranowo.

Berdasar data di corona.jatengprov.go.id, data tersebut merupakan update hingga Selasa pukul 13.00 WIB. Dari data itu juga disebutkan jika pasien yang dinyatakan positif corona sebanyak enam orang dan dua di antaranya meninggal dunia.

Dua pasien meninggal itu yakni pasien positif Covid-19 di Solo yang meninggal pada Rabu (11/3/2020), dan satu pasien psotif corona di Semarang yang meninggal pada Selasa (17/3/2020).

“Baru saja, satu kasus baru positif dan meninggal dunia. Pasien laki-laki usia 43 tahun dari Kota Semarang. Dia dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang selama 10 hari,” ujarnya.

Satu pasien positif baru juga ditemukan di RSUD dr Moewardi Solo. Yakni seorang perempuan berusia 49 tahun. ”Dua informasi ini kami sampaikan untuk update kepada masyarakat,” terangnya.

Baca: Lagi, Satu Pasien Corona di Jateng Meninggal Dunia

Untuk mencegah penyebaran corona, Ganjar menyatakan telah menggelar rapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, untuk membuat protokol dalam pelaksanaan peribadatan. Salah satunya kebijakan salat Jumat.

”Masjid yang terindikasi dikunjungi pasien positif corona atau yang tengah dirawat, maka lebih baik tak digunakan terlebih dahulu,” katanya.

Masjid lain masih diperbolehkan menggelar salat Jumat, namun dengan pengaturan harus melewati satu pintu dan disediakan tempat untuk cuci tangan dengan sabun. Selain itu, khotib juga diminta untuk memberi penjelasan mengenai hal ini kepada jemaah. ”Masjid dan musala digerakkan untuk melakukan bersih-bersih,” terangnya.

Selain itu, seluruh rumah sakit di Jawa Tengah telah siap membantu menangani pasie corona. Pihaknya akan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait ketersediaan alat pelindung diri (APD) dan virus transport media (VTM) untuk tenaga medis.

Ganjar juga menyarankan masyarakat untuk menghindari kerumunan. Selain itu diimbau untuk banyak berjemur diri dan menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga.

”Jemur diri di bawah matahari, makan vitamin C, buah-buahan yang banyak, antioksidan yang banyak. Antioksidan yang banyak biar kita punya benteng diri yang kuat,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.