Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hanya Kuat Sepekan, Gula Pasir dan Bawang Putih di Jateng Tinggal 500 Ton

MURIANEWS, Semarang – Stok gula pasir dan bawang putih di Jawa Tengah saat ini diprediksi hanya cukup untuk kebutuhan sepekan atau tujuh hari. Pasalnya, stok dua komoditas tersebut saat ini masing-masing tinggal 500 ton.

Meski begitu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak masyarakat tak begitu khawatir. Ia bahkan meyakini kekurangan ini bakal segera teratasi. Hal itu menyusul dibukanya kembali keran impor dari Tiongkok, yang dikenal sebagai negara penghasil bawang putih.

”Kita utamakan untuk bawang putih dan gula. Tapi, untuk gula sebenarnya kita punya pengganti yakni gula aren maupun gula semut,” ujar Ganjar seusai menggelar rapat terbatas di kantornya, Senin (16/3/2020) kemarin, seperti dikutip Solopos.com.

Baca Juga:

”Untuk gula, sebenarnya gula aren maupun gula semut bisa menjadi alternatif kelangkaan gula pasir. Apalagi, produksi gula aren dan gula semut di Jateng terbilang tinggi,” tambahnya.

Dengan kondisi itu, Ganjar pun meminta masyarakat tidak panik dan khwatir terhadap kondisi pangan. Apalagi, sampai melakukan pembelian bahan pokok besar-besaran. ”Tetap tenang. Kalau terjadi hal darurat kit siap pangan,” tuturnya.

Pernyataan Ganjar tersebut bukan tanpa alasan. Selain gula pasir dan bawang putih, stok bahan pokok lainnya di Jateng terbilang masih aman, seperti beras dan jagung.

Ia menyebut untuk stok beras di Jateng diprediksi masih mampu bertahan hingga tujuh bulan ke depan. Begitu juga dengan stok jagung.

”Beras di Bulog masih bisa untuk tujuh bulan. Ditambah lagi, bulan April kita akan panen 1,6 juta ton,” terangnya.

Sementara itu, cadangan jagung yang masih bisa diandalakan Jateng mencapai 1,7 ton. Pada Aprli nanti, Jateng juga akan mengalami panen raya jagung mencapai 1,7 ton.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...