Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pohon Pisang Berjantung Tiga Hebohkan Warga Pati

MURIANEWS, Pati – Umumnya satu pohon pisang hanya ada satu jantung dalam satu tandan. Namun, di Desa Dumpil, RT 3 RW 1, Kecamatan Dukuhseti, justru dalam satu tandan muncul tiga jantung sekaligus.

Akibatnya, pohon jenis pisang putri ini cukup menyedot perhatian warga. Hampir setiap hari ada saja warga sekitar yang mengunjungi lantaran penasaran ingin melihatnya. Alasannya karena pohon pisang tersebut aneh lain dari pohon pisang pada umumnya.

Pemilik pisang Sumin juga merasa heran lantaran pohon pisang yang tumbuh di depan rumahnya itu berbeda dengan pohon-pohon pisang lain miliknya.

”Sudah bertahun-tahun saya menanam pohon pisang, tapi baru kali ini pohon pisang yang saya tanam tumbuh dengan kondisi yang aneh,” ungkapnya, Selasa (17/3/2020).

Pohon pisang berjantung tiga gegerkan warga Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Karena keunikan itu, dia tidak berniat menebang atau memotong pohon pisang aneh ini. Ia pun berniat akan membiarkan pohon tersebut dan berbuah seperti pohon pisang yang lain.

”Saya tidak akan menebangnya, biar pohon pisang ini mati dengan sendirinya,” imbuhnya.

Keanehan pada pohon pisang miliknya tersebut diketahui Sumin pada tiga hari yang lalu. Ia pun heran ketika melihat pohon pisang miliknya tak lazim dari pohon pisang lainnya.

”Saya pun heran karena pohon ini terlihat unik. Anehnya lagi, pelepah daunnya hanya tumbuh di dua sisi. Kalau biasanya pohon pisang pelepahnya menyebar, khusus yang satu ini hanya tumbuh di kanan dan kiri saja. Kini warga pun berbondong-bondong ingin melihat pohon unik tersebut,” pungkasnya.

Sementara warga desa setempat Kornain juga mengaku heran. Hampir setiap hari ada saja orang yang penasaran dan mengambil foto.

”Pohon pisang kan biasanya dari satu tandan muncul satu jantung. Namun ini unik, dalam satu tandan muncul tiga jantung sekaligus,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...