Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sekolah dan Fasilitas Umum di Kudus Mulai Disemprot Disinfektan

MURIANEWS, Kudus – Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus mulai melakukan penyemprotan cairan disinfektan atau pembunuh kuman dan virus di sejumlah fasilitas umum dan sekolah yang ada di Kudus. Penyemprotan, dimulai dari Markas PMI Kudus, Selasa (17/3/2020).

Sekretaris PMI Kudus Imam Santosa mengatakan, langkah tersebut merupakan upaya pencegahan dari penyebaran virus corona. Total ada enam petugas yang disiagakan tiap harinya untuk menyemprotkan cairan disinfektan di tiap fasilitas umum di Kudus.

“Kami mulai dari markas kami, kemudian dilanjut di sejumlah sekolah di Kudus,” katanya.

Selain sekolah, pihaknya juga akan menyemprot sejumlah fasilitas umum lain. Seperti Masjid Agung Kudus dan Pusat Belajar Guru (PBG).

Penyemprotan tersebut merupakan bentuk pelayanan publik atas dana yang telah disumbangkan pada Bulan Dana PMI tahun 2019 lalu. “Kami alokasikan dana untuk mencegah pandemi Covid-19 ini semakin meluas,” lanjutnya.

Untuk cairan disinfektan, lanjut Imam, merupakan cairan buatan sendiri dengan mencampur zat klorin yang berada pada pemutih pakaian dan air bersih. Dengan  perbandingan satu liter cairan pemutih banding 50 liter air bersih. “Ini cukup ampuh untuk membunuh bakteri maupun virus corona ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kudus Shodiqun menyambut positif adanya penyemprotan disinfektan di sekolah-sekolah.  Pihaknya beralasan, setelah disemprot dan jika memang ada sumber penyakit, maka bisa hilang.

Apalagi, tambahnya, saat ini merupakan saat yang tepat karena siswa tengah libur, sehingga saat masuk kondisinya sudah aman, termasuk dari penyebaran virus corona.

Ujian sekolah yang kini masih berlangsung pun ditunda hingga dua pekan ke depan.  Ekstrakurikuler serta kegiatan lainnya juga ditunda untuk batas waktu yang telah ditentukan. “Semua acara dan kegiatan kami batalkan dan kami tunda,” lanjutnya.

Pihaknya pun mengimbau semua siswa-siswinya untuk mematuhi dan menjalankan instruksi yang telah dikeluarkan gubernur maupun instansi-instansi terkait lainnya. Yakni untuk tidak mengadakan kegiatan ataupun mengikuti kegiatan yang bergerombol dan bermassa banyak.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...