Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Buka Posko Terpadu, Jateng Tambah 46 Rumah Sakit Backup Kasus Corona

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan surat edaran ke seluruh bupati/wali kota terkait penanganan corona, Sabtu (14/3/2020). Jumlah rumah sakit sebagai rujukan pasien corona juga ditambah sebanyak 46 rumah sakit.

Puluhan rumah sakit itu akan menjadi back up, 13 rumah sakit rujukan utama. Penambahan dilakukan lantaran Covid-19 semakin menyebar.

“Sejak awal ada virus corona, Jawa Tengah sudah menyiapkan 13 rumah sakit dengan ruang isolasi yang ada. Dan hari ini kita tambahkan 46 rumah sakit untuk memback-up. Jadi saya berharap masyarakat tetap tenang,” kata Ganjar.

Untuj penanganan ini, Ganjar menerbitkan Surat Edaran bernomor 440 /0005942. Surat edaran ini Ganjar meminta adanya upaya pencegahan dan pengendalian sedini mungkin dengan menyediakan berbagai peralatan dan kebutuhan pengecek kondisi tubuh.

“Menyediakan alat deteksi suhu tubuh, hand sanitizer serta masker bagi yang sakit untuk mendukung upaya pencegahan dan pengendalian. Serta memastikan tempat umum dalam keadaan bersih dan higienis,” tandasnya.

Ganjar juga menginstruksikan agar dilakukan penundaan atau membatasi kegiatan yang menghadirkan orang banyak pada tempat tempat umum, seperti car free day (CFD), berkemah, study tour dan lain sebagainya.

“Poin keempat, bentuk posko informasi terpadu di masing-masing instansi,” kata Ganjar.

Pemprov Jateng juga telah membentuk posko terpadu untuk memberi layanan pengaduan dan penanganan corona. Pemprov menyiapkan saluran khusus di Dinas Kesehatan yakni (024) 3580713 atau 119 ekstensi 9.

Ganjar mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memantau perkembangan kasus corona.

Pihaknya juga mengajak masyarakat, khususnya akademisi, perguruan tinggi, tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama memberitakan informasi yang benar kepada masyarakat, juga menyosialisasikan pola hidup sehat.

“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang baik agar tidak panik dan menjaga diri baik-baik. Kita mesti bersatu, hilangkan hoax, hilangkan nyinyir. Kita butuh kekuatan. Apa yang terjadi di Indonesia dan dunia jadi tanggung jawab kita. Mari kita melawan dengan baik,” tegasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...