Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pakai Gelar Kanjeng Ratu, Pasutri Penganut Aliran Menyimpang di Kudus Diduga Tipu Tetangga Ratusan Juta

MURIANEWS, Kudus – Pasutri yang diduga menganut aliran menyimpang Ss dan St, di mata para tetangganya di Dukuh Beji, Desa Tanjungrejo, Kudus, dikenal enggan bersosialisasi dengan masyarakat.

Pun saat menerima tamu, beberapa tetangga mengatakan jika rumah pasutri tersebut sangat tertutup. Walau terkadang ada beberapa orang yang mengobrol di rumah tersebut.

Suwito (57) tetangga dekat rumah Ss mengatakan jika ada tamu, yang bersangkutan kemudian membuka gerbang untuk mempersilahkan masuk.

”Kemudian setelahnya, gerbang akan ditutup sehingga tidak diketahui apa yang dilakukan di dalam rumah,” katanya saat ditemui di sekitar kediaman S, Jumat (13/3/2020).

Suwito juga mengaku tidak pernah masuk ke dalam rumah pasutri itu. Padahal, jarak rumah Suwito hanya terpisah satu rumah saja.

Pihaknya pun mengatakan jika pasutri S pernah mengadakan hajatan yang cukup besar. “Entah syukuran apa saya tidak tahu,” ujarnya.

Saat syukuran tersebut, katanya, pasutri tersebut mengenakan pakaian khas. Si pria, lanjut, Wito menggunakan pakaian batik dan sarung. Sememtara si wanita menggunakan pakaian khusus lengkap dengan selendeng dengan dominasi warna hijau.

“Melakukan gerakan-gerakan juga. Terasnya ditaburi kembang tujuh rupa, dia juga menyembelih dua kerbau,” lanjutnya.

Selain itu, dia juga menceritakan tetangganya pernah kena tipu ratusan juta oleh pasutri SS. Hanya pihaknya kurang mengetahui akad dari uang tersebut.

Wito hanya mengetahui jika pasutri selalu menghindar saat akan ditagih salah satu tetangganya tersebut.

Sementara soal penangkapan, Wito mengatakan jika sepengetahuannya, penangkapan pasutri itu dilakukan polisi sekitar habis maghrib. “Setahu saya habis maghrib mereka dibawa beberapa orang,” ujarnya.

Tetangga lainnya, Sunambar (62) juga mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan jika orang-orang yang datang ke kediaman rumah pasutri itu akan rugi sendiri karena tertipu oleh pasutri tersebut. “Sudah ada yang kena tipu, malah mungkin sudah banyak,” lanjutnya.

Baca: Pasutri di Kudus Diduga Anut Aliran Menyimpang, Kini Ditahan Polisi

Ambar bahkan menyebut jika pasutri itu melakukan praktik seperti Dimas Kanjeng yang bisa menggandakan uang. Si wanita, kata Ambar, bahkan dipanggil oleh para pengikutnya dengan Kanjeng Ratu.

“Kemarin dia sempat melakukan ruwatan atau apa itu namanya, saya tidak tahu,” terangnya.

Camat Jekulo, Wisnubroto Wisnubroto Purnawarman Jayawardana juga membenarkan jika Kamis (12/3/2020) malam terjadi penjemputan sepasang suami istri yang diduga menjalankan aliran menyimpang.

Hanya, kata Wisnu, berdasar informasi yang diterima pihaknya, penangkapan pihak kepolisian adalah karena terkait penipuan senilai Rp 35 juta.

“Kami mendapat laporan terkait ini, pelapornya merupakan warga Karanganyar Demak,” terangnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto mengonfirmasi jika pasutri itu dilaporkan dengan perkara penipuan. Karena mereka meminjam uang dan tidak dikembikan. “Hingga kini masih dalam penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...