Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Soal Korban Kebakaran Mebel di Jepara, Perusahaan Bantah Tudingan Tak Bertanggung Jawab

MURIANEWS, Jepara – Pemilik PT. Bao Hua Indonesia, Jepara, Chen Ho Tai membantah kabar jika perusahaannya tidak bertanggung jawab atas pegawainya yang menjadi korban kebakaran. Berita-berita yang tersebar di media sosial menurutnya perlu diluruskan agar masyarakat tidak menilai keliru terhadap keberadaan perusahaannya.

Chen Ho Tai, yang berkewarganegaraan Korea Selatan, Kamis (12/3/2020) mendatangi Kantor Disnakertrans Jepara bersama pihak keluarga Aklis Aminudin yang menjadi korban kebakaran. Selain itu juga hadir Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Propinsi Jawa Tengah, Muktiati. Dalam kesempatan itu, pihaknya berkesempatan menjelaskan kepada Pemkab Jepara terkait berita tentang perusahaanya yang disebut tidak bertanggung jawab.

Disebutkan oleh Chen Ho Tai dalam kasus Aklis Aminudin, warga Kali Ombo, yang menjadi korban dalam kejadian kebakaran di gudang perusahaannya di Troso, Jepara, pihaknya tetap bertanggung jawab. Sampai saat ini Aklis Aminudin tetap mendapatkan gaji, dan biaya pengobatan, sesuai dengan yang diwajibkan dalam aturan ketenagakerjaan.

“Sampai saat ini kami sudah mengeluarkan biaya sampai sekitar Rp 320 juta. Uang gaji dan perawatan masih kami berikan kepada dia. Jadi tidak benar jika kami tidak bertanggung jawab,” ujar Chen Ho Tai, dalam bahasa Indonesia yang belum begitu lancar, Kamis (12/3/2020).

Pengawas Ketenagakerjaan, Muktiati dalam kesempatan yang sama menegaskan, berita-berita yang beredar tentang tidak adanya tanggung jawab terhadap Aklis tidak benar. Pihaknya mengetahui persis bagaima kewajiban-kewajiban perusahaan dilaksanakan. Selama ini pihaknya terus mengawal kasus ini.

Pada awal kejadian tahun 2019 lalu, Aklis sudah sempat dirawat di tiga rumah sakit, dan semuanya dibiayai oleh perusahaan. Selama tidak bekerja gaji dari Aklis juga masih terus diberikan melalui rekening kakak kandungnya. Terakhir Aklis disarankan melaksanakan rawat jalan, dan pihak perusahaan juga sudah memberikan biaya perawatannya.

“Saya sempat ditegur atasan karena dianggap tidak melaksanakan tugas saya gara-gara informasi di media sosial itu. Padahal perusahaan bertanggung jawab penuh atas masalah ini. Termasuk yang terakhir ini perusahaan siap memindahkan ke kelas 1 untuk operasi. Jadi seperti itulah sebenarnya,” ujar Muktiati.

Sedangkan Nurul Anam yang merupakan kakak kandung Aklis Aminudin membenarkan hal ini. Selama ini adiknya memang masih mendapatkan gaji dari perusahaannya. Melalui rekeningnya uang gaji ditransfer. Sedangkan yang dibayar cash diberikan langsung kepada ibunya. Selama ini memang sudah ratusan juta yang diberikan perusahaan untuk perawatan adiknya.

“Saya juga tidak tau kalau kemudian ada kabar seperti itu, yang menyebut perusahaan tidak bertanggung jawab,” ujar Nurul Anam pendek.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...