Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Muara Kali Wiso Mulai Dikeruk, Nelayan Jepara Girang

MURIANEWS, Jepara – Sedimentasi di Kali Wiso Jepara, khususnya di wilayah muaranya, sangat memprihatinkan. Tingginya sendimentasi di kawasan ini bahkan sudah menimbulkan penampakan seperti pulau. Tumpukan sampah bercampur lumpur, membuat air sungai menjadi dangkal dan menimbulkan masalah bagi lalulintas para nelayan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Jepara, Ari Bahtiar menyatakan, pihaknya sudah melakukan pengerukan sendimentasi di Muara Kali Wiso ini. Pengerukan ini akan dilakukan mulai dari titik muara sampai ke Jembatan Cinta di sebelah timur muara.

Pemkab Jepara menurut Ari Bahtiar sudah menerima keluhan dari warga nelayan terkait kondisi ini. Setelah dilakukan koordinasi akhirnya pengerukan baru bisa dilaksankan mulai Kamis (12/3/2020). Pelaksanaannya menggunakan dua buah alat berat milik Pemkab Jepara dan milik BBPBAP Jepara.

“Kami targetkan dalam dua minggu pengerukan sudah bisa selesai dilakukan. Jadi mulai muara Kali Wiso sampai di sekitar Jembatan Cinta, nanti akan dikeruk sendimentasinya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, nelayan tidak lagi kesulitan saat melewatinya dan juga bisa memperlancar aliran Kali Wiso saat debit airnya meningkat,” ujar Ari Bahtiar, Kamis (12/3/2020).

Dengan menggunakan alat berat, sendimentasi yang dikeruk akan dibuang ke beberapa tempat. Untuk sendimen yang berupa sampah, akan dikirim ke TPA Bandengan. Sedangkan yang berupa lumpur dan endapan tanah akan dibuang ke beberapa lokasi yang masih cekung.

Kegiatan pengerukan ini disambut gembira oleh para nelayan yang mangkal di Muara Kali Wiso. Arifin Gonjol, nelayan warga Desa Ujung Batu, menyatakan sedimentasi yang terjadi memang sudah parah. Sejak beberapa bulan lalu, lalu lintas perahu terganggu karena kedalaman air sudah tidak layak lagi.

“Kami tentu senang dengan pengerukan ini. Sehingga air bisa dalam dan mudah dilewati untuk lalu lalang perahu. Selama ini susah mas, banyak kapal yang tidak bisa mengapung, karena airnya dangkal,” ujar Arifin Gonjol.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...