Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Warga Kudus Tumpah Ruah Berebut Banyu Panguripan

MURIANEWS, Kudus – Ratusan warga dari berbagai daerah tumpah ruah di seputaran Masjid Menara Kudus untuk mendapat Banyu Panguripan, Rabu (11/3/2020) sore. Sebelumnya, Banyu Panguripan tersebut dikirab dari Alun-alun Simpang Tujuh menuju Menara Kudus.

Banyu panguripan sendiri merupakan percampuran dari 51 sumber mata air dari 50 sumber yang ada di Kabupaten Kudus. Sedang satu sumber lainnya berasal dari sumber mata air dari Sunan Kalijaga, Demak.

Air-air tersebut dibawa oleh masing-masing juru kunci sendang atau mata air. Beberapa sendang di Kudus di antaranya mata air Rahtawu, Sendang Dewot, Wonosoco, sendang Dudo, Hadipolo, yang kemudian disatukan dalam satu wadah berupa gentong tanah berukir untuk dibagikan ke warga.

Salah satu masyarakat yang turut berebut air panguripan tersebut adalah Putri Dewi lestari‎ (18)‎ dari IAIN Kudus. Dirinya bersama kedua temannya rela berpanasa-panasan untuk mendapat air panguripan tersebut.

“Kami datang bertiga kesini untuk melihat kirabnya dan mendapat banyu panguripannya,” ucapnya.

Putri berharap, air panguripan tersebut bisa membawa keberkahan bagi hidupnya dan keluarganya. “Saya hanya berharap keberkahan saja bagi saya dan keluarga saya,” terangnya.

Pun dengan temannya, Muyasaroh. Dia juga berharap bisa mendapat air panguripan tersebut untuk keberkahan hidupnya. Walau memang dirinya tidak sengaja mengetahui ada pembagian air panguripan di komplek Masjid Menara.

“Kami tak sengaja mengetahuinya, tapi semoga masih berkah, supaya bisa cepat lulus,” terangnya.

‎Ketua Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), KH Em Nadjib Hassan ‎menjelaskan, kirab Banyu Penguripan merupakan bagian dari strategi dakwah Kanjeng Sunan Kudus, Sayyid Jafar Shadiq.

Warga dan masyarakat percaya, sumber air yang telah didoakan dengan bacaan Al-Quran itu bisa memberikan kesehatan dan keberkahan. Menurutnya air itu merupakan sumber kehidupan yang patut dilestarikan sehingga bisa bermanfaat untuk generasi penerus.

“Keberadaan banyu penguripan memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Kudus,” terangnya.

‎Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Samani Intakoris menjelaskan, air yang dikumpulkan tersebut merupakan simbol persatuan yang bisa memperkokoh umat. Terlebih sikap toleransi yang dimiliki Sunan Kudus sangat baik sehingga dapat menjadi contoh kehidupan pada masa kini.

“Air ini bisa menjadi sumber dakwah dan peran sosial untuk masyarakat menjaganya, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...